Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sebagian PNS Akan Dipindahkan ke Desa, Ini Kriterianya
Nasional
20 jam yang lalu
Sebagian PNS Akan Dipindahkan ke Desa, Ini Kriterianya
2
Pengungkapan Asal Mula Covid-19: "Saya bisa Menghilang Kapan Saja"
Kesehatan
21 jam yang lalu
Pengungkapan Asal Mula Covid-19: Saya bisa Menghilang Kapan Saja
3
Mendagri Tekankan Disiplin Protokol Kesehatan pada Persiapan Pembelajaran Tatap Muka
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Mendagri Tekankan Disiplin Protokol Kesehatan pada Persiapan Pembelajaran Tatap Muka
4
Padat Karya Kemendes PDTT Sasar 5 Juta Pekerja Desa
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Padat Karya Kemendes PDTT Sasar 5 Juta Pekerja Desa
5
Cyber Indonesia Laporkan Anji ke Polisi
Hukum
21 jam yang lalu
Cyber Indonesia Laporkan Anji ke Polisi
6
Kisah Mualaf Wilfred Hoffman, Publikasikan Buku Menggegerkan Saat Jadi Dubes Jerman di Maroko
Umum
21 jam yang lalu
Kisah Mualaf Wilfred Hoffman, Publikasikan Buku Menggegerkan Saat Jadi Dubes Jerman di Maroko
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pendaki Gunung Rinjani Berhasil Dievakuasi 1.226 Orang Selamat dan 1 Orang Meninggal Dunia

Pendaki Gunung Rinjani Berhasil Dievakuasi 1.226 Orang Selamat dan 1 Orang Meninggal Dunia
Selasa, 31 Juli 2018 23:13 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
LOMBOK - Setelah dilakukan pencocokan data dari berbagai pihak terkait jumlah pengunjung atau pendaki yang keluar dari kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) dalam evakuasi pascagempabumi 6,4 SR yang mengguncang Lombok maka Balai Taman Nasional Gunung Rinjani telah mengeluarkan data resmi.

"Jumlah keseluruhan pengunjung yang berhasil dievakuasi sebanyak 1.226 orang dimana 696 orang warga negara asing (WNA) dan 530 orang warga negara Indonesia (WNI) selama Minggu (29/7/20018) hingga Selasa (31/7/2018)," ungkap Kepala Humas dan Pusat Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Selasa (31/7/2018).

Selain itu kata dia, 1 jenasah pendaki asal Makassar atas nama M. Ainul Taslim juga telah berhasil dievakuasi oleh Tim Evakuasi Gabungan.

"Sementara 1.226 orang pengunjung berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Semua telah keluar dari kawasan TNGR. Gelombang evakuasi dilakukan selama 3 hari," tandasnya.

Rincianya kata dia, pada Minggu (29/7/2018) sebanyak 669 orang, dimana 507 orang WNA dan 162 orang WNI berhasil dievakuasi. Pada Senin (30/7/2018) sebanyak 543 orang pengunjung yaitu 189 orang WNA dan 354 orang WNI dievakuasi Tim Evakuasi Gabungan. Semua menggunakan jalur darat.

Selanjutnya pada Selasa (31/7/2018) dievakuasi 14 orang WNI dan 1 jenasah pendaki asal Makassar yang diduga meninggal dunia akibat tertimpa material longsoran bebatuan ketika beranjak dari Danau Segara Anak saat gempabumi.

Tiga helikopter milik BNPB, TNI AD dan PT AMNT disiapkan untuk evakuasi korban. Evakuasi yang berlangsung pada Selasa pagi (31/7), 3 orang WNI dievakuasi menggunakan helicopter karena korban masih trauma dengan guncangan gempa dan pertimbangan kondisi kesehatan.

"Helicopter berhasil evakuasi 3 orang dan mendarat di Sembalun pada pukul 09.39 WITA. Satu jenasah dievakuasi dengan helicopter dan mendarat di Lapangan Camat Sembalun pada pukul 11.25 WITA. Jenasah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Mataram. Sedangkan 11 orang WNI dievakuasi melalui jalur darat. Dipandu oleh Tim Evakuasi Gabungan. Semuanya tiba di Posko Terpadu Sembalun dengan selamat," tukasnya.

Sebanyak 244 orang Tim SAR Gabungan dari Basarnas, BTNGR, TNI, Polri, Dalmas, Mapala, tenaga medis, SAR Unit, dan relawan telah mengevakuasi semua pengunjung dari kawasan TNGR. Menurut laporan dari BTNGR, saat ini kawasan TNGR telah kosong dari pengunjung. Artinya sudah tidak pengunjung yang berada di kawasan TNGR. Semua pengunjung dari mancanegara telah dievakuasi dengan selamat.

Hingga saat ini kawasan TNGR masih dinyatakan ditutup untuk pendakian dan wisata. PVMBG bersama BTNGR akan melakukan pemantauan di lapangan terkait ancaman longsor di jalur pendakian Sembalun dan Senaru. Adanya gempa-gempa susulan yang masih berlangsung dikhawatirkan juga dapat memicu longsor.

"Sudah terjadi 346 kali gempa susulan hingga 31/7/2018 pukul 10.00 WIB tadi. Intensitas gempa makin mengecil. Oleh karena itu kawasan TNGR masih ditutup hingga waktu yang belum ditentukan," pungkas Sutopo Purwo Nugroho.***


wwwwww