Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
10 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
10 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
5 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
5 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
4 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
4 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Badminton

Sedih..., Sudah Nabung 7 Tahun, Saat Mau Berangkat Haji Didiagnosa Gagal Ginjal, Dosen di Padang Dipaksa Pulang

Sedih..., Sudah Nabung 7 Tahun, Saat Mau Berangkat Haji Didiagnosa Gagal Ginjal, Dosen di Padang Dipaksa Pulang
Ramli dan isteri saat meminta petugas kesehatan agar dirinya tetap berangkat. (Instagram)
Selasa, 31 Juli 2018 13:16 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PADANG - Sungguh menyedihkan dan miris, ketika sesorang yang sudah bertahun-tahun menabung ingin menjalankan ibadah haji, tiba-tiba batal berangkat.

Hal ini juga yang dialami salah satu dosen di Kota Padang, Sumatera Barat. Meski ia dan isterinya sudah memakai seragam dan tinggal naik pesawat menuju Arab Saudi, namun keduanya harus menalan 'pil pahit' karena dipaksa pulang oleh petugas bandara.

Kejadian inipun sempat direkam dan diposting di media sosial. Salahsatunya adalah akun instagram milik Budi.S. Dari penelusuran GoNews.co, pada Selasa (1/8/2018), video berdurasi sekitar 5 menit itu juga sudah menyebar di media sosial facebook.

Dalam tayangan video tersebut, sang isteri dan keluarga yang mengantar ke Embarkasi Padang, sempat meminta ke salah satu petugas kesehatan, agar sang ayah tetap berangkat. "Walapun mati bapak kami di tanah suci, kami tidak apa-apa, mohon pak," suara dalam video tersebut.

Pria yang diketahui bernama Ramli ini, adalah calon jemaah haji asal Padang yang tergabung di kloter 1. Ia didiagnosa mengidap penyakit gagal ginjal, jelang pelepasan jamaah.

Padahal, Ramli yang diketahui berprofesi sebagai dosen disalah satu universitas negeri di Padang ini telah menabung selama 7 tahun untuk bisa naik haji.

Ia pun merasa kecewa, karena sebelumnya dinyatakan sudah memenuhi syarat. Bahkan ia sudah menerima manifest calon jemaah haji bahkan gelang haji yang merupakan tahapan akhir syarat pelaksanaan haji.

Sontak video ini juga ditanggapi berbagai komentar netizen.

"Coba lihat video mereka pas pulang berdua itu... Nyeesseeek amat... Udah pakai seragam haji bukan nya berangkat, malah balik pulang".

"Apa yg mereka pikirkan pasti hancurr, 7 tahun menabung, mau berangkat malah di halangi oleh manusia," tulis Budi.

"Sakit dan maut serahkan aja sama Allah. Masa manusia menghalang-halangi ayahanda kita untuk beribadah, lagian keluarga nya sudah ikhlas, kalaupun ajal menjemput saat berada di baitullah. Bayangin klo itu orang tua atau keluarga kita Ya Allah hasbunallah wa ni'mal wakil," tulisnya lagi.

"Lupakah akan kekuasaan dan keajaiban dari Allah... wahai Manusia yg melarang Ayahanda kita ini utk berangkat haji ? Jika Allah menghendaki ia sehat di tanah suci cukup dengan "KUN FAYAKUN", sekali lagi ingat "sehat,sakit dan mati urusan Allah" tulis akun lainnya.***

wwwwww