Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
11 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
12 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
8 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
9 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
6
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Menongkah Jadi Warisan Budaya Tak Benda Pertama di Inhil

Menongkah Jadi Warisan Budaya Tak Benda Pertama di Inhil
Selasa, 14 Agustus 2018 23:38 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN - Festival Menongkah resmi dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Pertama di Kabupaten Inhil oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia.

Penyerahan sertifikat WBTB Kemedikbud RI dilakukan pada saat penyelenggaraan Festival Menongkah Tahun 2018 di Pantai Bidari, Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Senin (13/8/2018) siang.

7 (Tujuh) Duplikat sertifikat penghargaan diberikan kepada perwakilan masyarakat, yakni Kepala Desa Tanjung Pasir, Kepala Desa Tanjung Melayu, Kepala Desa Sungai Laut, Ketua Yayasan Duanu, Kepala Desa Panglima Raja, Kepala Desa Sungai Bela dan Lurah Concong.

Setelah menyerahkan duplikat sertifikat, Bupati dalam sambutannya mengatakan, dirinha begitu bangga sekaligus senang atas sertifikasi Festival Menongkah di Kabupaten Inhil.

"Tidak semua daerah yang mendapatkan penghargaan ini. Saya bangga, bahagia sekaligus senang," tukas Bupati.

Dia menyatakan, Festival Menongkah memang layak dijadikan sebuah warisan budaya. Alasannya, bisa dilihat dari segi lokasi penyelenggaraan yang tergolong unik, yakni di pantai dengan hamparan pasir nan indah di tengah lautan.

"Bahkan, ini dapat di bilang sebuah keunikan dunia. Waktu penyelenggaraan juga tidak bisa di sembarang waktu, ada waktu tertentu, tepatnya pada saat air mengalami surut," jelas Bupati.

Demi kelestarian Festival Menongkah sebagai warisan budaya, Bupati meminta kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Inhil selaku leading sector untuk melakukan pengembangan, terutama dalam hal fasilitas di lokasi penyelenggaraan.

"Selain itu, tolong turut sertakan juga Kecamatan - Kecamatan lain dalam Festival Menongkah, seperti Kecamatan Concong salah satunya yang juga sudah membudayakan aktifitas menongkah," tandas Bupati.

Seusai penyerahan sertifikat yang disertai sambutan, Bupati Inhil pun melepas para peserta menongkah untuk berlomba - lomba menjadi yang tercepat.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Fahmizal yang turut hadir menyaksikan Festival Menongkah mengatakan, Festival Menongkah yang telah dikukuhkan menjadi warisan budaya memang telah menjadi destinasi wisata yang menarik.

Masyarakat berbondong - bondong untuk menyaksikan khazanah daerah kawasan pesisir Kabupaten Inhil yang telah diselenggarakan selama 11 tahun berturut-turut ini.

"Festival Menongkah memiliki diferensiasi (Perbedaan, red) yang tinggi, sebab tidak dilaksanakan di daerah lainnya di Provinsi Riau," ungkap Fahmizal seraya mengatakan sertifikat WBTB Kemendikbud hanya diberikan terhadap 11 warisan budaya daerah, salah satunya Festival Menongkah. (adv)

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww