Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
9 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
11 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
13 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
7 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
6
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
14 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Home  /  Berita  /  Riau

Lakukan Kekerasan Terhadap Anak Dibawah Umur, Tiga Warga Malaysia di Siak Dipulangkan ke Negaranya

Lakukan Kekerasan Terhadap Anak Dibawah Umur, Tiga Warga Malaysia di Siak Dipulangkan ke Negaranya
Rabu, 15 Agustus 2018 23:50 WIB
Penulis: Ira Widana
SIAK - Belum lama ini tiga orang warga negara Malaysia yang merupakan karyawan dari sejumlah perusahaan di Kabupaten Siak harus dideportasi alias dikembalikan ke negeranya. Mereka melakukan tindak pidana khusus seperti kekerasan pada anak dibawah umur.

"Tiga orang warga Malaysia sudah dideportasi. Mereka telah melakukan kesalahan, sehingga sesuai dengan pasal 75 huruf c undang undang imigrasi, mereka harus dideportasi," kata Kepala Kantor Imigrasi kelas II Kabupaten Siak Sjachril.

"Dan kami bekerjasama dengan pihak kecamatan serta PT Pindo Deli, sebagai perusahan yang mempekerjakan orang asing, mereka bertangungjawab mengembalikan tenaga kerja asing tersebut ke negara asalnya," katanya menambahkan.

Berdasarkan data yang tercatat, keberadaan warga negara asing di kabupaten Siak tahun 2017 berjumlah 288 orang atau 52 keluarga. Angka itu naik di tahun 2018 menjadi 305 jiwa atau 58 keluarga. Mereka rata-rata bekerja di perusahaan yang ada di Kabupaten Siak sebagai tenaga ahli.

Mereka tersebar di perusahaan seperti PT Indah Kiat, PT Arara Abadi, PT Ivo Mas, PT Aneka Inti Persada, PT Indo Deli, PT Sinarmas, PT Smart, PT Satria perkasa, PT CPI, PT Nipon Still, PT Lahan Tani, dan PT Victori.

"Untuk mengawasi agar tidak terjadi lagi peningkatan jumlah ini perlu dibentuknya tim pemantau warga negara asing di 2 kecamatan ini. Karena dua kecamatan ini merupakan lintasan yang sangat strategis masuknya WNA," imbuhnya lagi saat rapat kordinasi dan pengukuhan tim pora kecamatan Bungaraya dan Sungai Apit, di kantor Bupati Siak, Senin (13/8/2018).

Namun sesuai amanat Dirjen Imigrasi bahwa tahun 2019 seluruh kecamatan di kabupaten Siak, akan dibentuk tim Pora dan dikukuh secara serentak.

"Aktifitas imigrasi Siak tidak terlepas peran serta Pemkab Siak. Dan sejauh ini juga Pemkab Siak telah berkontribusi besar dalam hal peningkatan pengawasan orang asing di Kabupaten Siak. Kami mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Siak,'' terang Sjachril. ***

Kategori:PON, Riau
wwwwww