Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
9 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
8 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
3 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
3 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
5
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
3 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
6
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
3 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
Home  /  Berita  /  Riau

Waduh, Rehab Gedung DPRD Pelalawan Senilai Rp3,2 Miliar Hanya Dikerjakan 7 Orang

Waduh, Rehab Gedung DPRD Pelalawan Senilai Rp3,2 Miliar Hanya Dikerjakan 7 Orang
Sidak anggota dewan terhadap proyek rehab gedung DPRD Pelalawan, Kamis (16/8/2018).
Kamis, 16 Agustus 2018 15:27 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Jumlah pekerja dan peralatan menjadi sorotan anggota DPRD Kabupaten Pelalawan pada proyek rehabilitasi gedung DPRD Pelalawan, ternyata hanya dilakukan oleh tujuh orang. Hal ini terungkap saat anggota DPRD melakukan sidak, Kamis (16/8/2018).

Proyek rehab gedung wakil rakyat senilai Rp 3,2 miliar bersumber dari APBD Pelalawan 2018 dikerjakan oleh kontraktor pelaksana PT Kemuning Yona Pratama dengan waktu pelaksanaan 150 hari kerja.

"Yang kita lihat tadi, jumlah pekerja kok sangat minim sekali, hanya 7 orang kata pekerja," sebut Ketua Komisi III DPRD Pelalawan, Imustiar, kepada GoRiau.

Tidak hanya jumlah pekerja yang minim, lanjut politisi Golkar ini, juga terlihat kurangnya peralatan yang digunakan oleh para pekerja.

"Kami khawatir, pekerjaan tak selesai tepat waktu. Jumlah pekerja harus ditambah, jangan sampai proyek ini terbengkalai," tegasnya.

Setelah melakukan peninjauan mendadak, Imustiar bahkan meragukan management bekerjanya. "Yang kita lihat, pekerja minim, peralatan juga tak mendukung. Kita meragukan managemen kerja mereka," ujarnya.

Ditegaskannya, pihaknya akan terus melakukan pemantauan. "Beberapa hari ini kita evaluasi, kalau juga tak terlihat progresnya akan kita panggil," imbuh Imustiar, disela sidaknya. ***

wwwwww