Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
Ekonomi
21 jam yang lalu
Minta Turunkan Biaya Penyebrangan Antar Pulau Jawa dan Sumatra, SPASI Surati Presiden
2
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
Olahraga
15 jam yang lalu
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
3
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
Olahraga
17 jam yang lalu
Pendaftaran Wartawan Peliput PON XX Papua Diperpanjang
4
Tim Catur Indonesia Patok Target Lolos ke Divisi Utama
Olahraga
17 jam yang lalu
Tim Catur Indonesia Patok Target Lolos ke Divisi Utama
5
Jelang Sidang Tahunan, MPR Gelar Rapid Test untuk Jurnalis
Politik
14 jam yang lalu
Jelang Sidang Tahunan, MPR Gelar Rapid Test untuk Jurnalis
6
Pendiri Arema Bilang Arema FC Klub Rakyat
Sepakbola
15 jam yang lalu
Pendiri Arema Bilang Arema FC Klub Rakyat
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Oesman Sapta Prihatin Dampak Asap di Kalimantan Barat

Oesman Sapta Prihatin Dampak Asap di Kalimantan Barat
Rabu, 22 Agustus 2018 20:45 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PONTIANAK - Kebakaran hutan yang menimbulkan asap sehingga menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat disesalkan oleh Wakil Ketua MPR Oesman Sapta.

"Saya prihatin", ujarnya.

Dampak buruk itu disebut oleh Oesman Sapta sampai membuat anak sekolah di Pontianak diliburkan. Untuk itu dirinya menegaskan agar kebakaran hutan cepat dicegah dan diatasi serta pelakunya ditindak tegas.

"Jangan diberi toleransi. Karena itu akan berdampak buruk pada masyarakat," tambahnya.

Saat berada di Kayong Utara, Kalimantan Barat, 22 Agustus 2018, Oesman Sapta tidak hanya menyikapi masalah yang ada di Kalimantan Barat. Menjelang Pilpres 2019, dirinya mengajak semua untuk menghormati ulama. "Kita harus menghormati ulama siapapun itu", paparnya.

Semakin panasnya tahun politik, dirinya menegaskan agar kita tidak mengadu domba antar kelompok, menyebar fitnah dan berita hoax. "Itu merugikan bangsa Indonesia," ungkapnya.

Dirinya berpesan agar semua ikhlas dan tulus dalam membangun bangsa dan negara. "Kalau mau meraih jabatan harus dengan etika," harapnya.

Menurutnya rakyat jangan diperbodoh tetapi harus dicerdaskan. "Dengan tidak lewat fitnah tetapi lewat fakta," tuturnya.***


wwwwww