Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
12 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
13 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
9 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
10 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
11 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Oesman Sapta Prihatin Dampak Asap di Kalimantan Barat

Oesman Sapta Prihatin Dampak Asap di Kalimantan Barat
Rabu, 22 Agustus 2018 20:45 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PONTIANAK - Kebakaran hutan yang menimbulkan asap sehingga menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat disesalkan oleh Wakil Ketua MPR Oesman Sapta.

"Saya prihatin", ujarnya.

Dampak buruk itu disebut oleh Oesman Sapta sampai membuat anak sekolah di Pontianak diliburkan. Untuk itu dirinya menegaskan agar kebakaran hutan cepat dicegah dan diatasi serta pelakunya ditindak tegas.

"Jangan diberi toleransi. Karena itu akan berdampak buruk pada masyarakat," tambahnya.

Saat berada di Kayong Utara, Kalimantan Barat, 22 Agustus 2018, Oesman Sapta tidak hanya menyikapi masalah yang ada di Kalimantan Barat. Menjelang Pilpres 2019, dirinya mengajak semua untuk menghormati ulama. "Kita harus menghormati ulama siapapun itu", paparnya.

Semakin panasnya tahun politik, dirinya menegaskan agar kita tidak mengadu domba antar kelompok, menyebar fitnah dan berita hoax. "Itu merugikan bangsa Indonesia," ungkapnya.

Dirinya berpesan agar semua ikhlas dan tulus dalam membangun bangsa dan negara. "Kalau mau meraih jabatan harus dengan etika," harapnya.

Menurutnya rakyat jangan diperbodoh tetapi harus dicerdaskan. "Dengan tidak lewat fitnah tetapi lewat fakta," tuturnya.***

wwwwww