Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
13 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
14 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
10 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
10 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
11 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton
Asian Games 2018

Soal Tim Putri, Susy Bilang Tunggal Ada Progres, Ganda Diluar Dugaan

Soal Tim Putri, Susy Bilang Tunggal Ada Progres, Ganda Diluar Dugaan
Susy Susanti (Ist)
Rabu, 22 Agustus 2018 20:03 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA -  Tim putri Indonesia mengakhiri pertandingan beregu Asian Games 2018 dengan raihan medali perunggu. Hasil ini memenuhi target PBSI yang membidik satu medali dari nomor beregu putri. Indonesia dikalahkan Jepang dengan skor 1-3.

Satu-satunya kemenangan diraih Gregoria Mariska Tunjung yang mengalahkan pemain rangking dua dunia, Akane Yamaguchi di partai pertama. Sementara Fitriani yang turun di partai ketiga melawan Nozomi Okuhara, takluk dengan skor 21-19, 4-21, 10-21.

Tim putri Indonesia berada di urutan kelima dalam daftar unggulan. Dalam perjalanan ke semifinal, Indonesia mengalahkan Korea yang lebih dijagokan, dengan skor 3-1.

"Target sebetulnya kita setidaknya medali, meskipun memang secara ranking kita berada di bawah Korea kemarin di perempat final. Kami memberikan kejutan dengan mengalahkan Korea di perempat final, ini menjadi semangat lagi untuk anak-anak tampil di semifinal," kata Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI.

"Sebenarnya masih ada kesempatan, baik dari ganda atau Fitri bisa tahan sedikit paling tidak bisa lebih ramai lagi pertandingannya. Tapi ini hasilnya, saya cukup senang dengan progres atlet-atlet kita mulai dari semangat juang dan perlawanan mereka hari ini luar biasa," tambah Susy.

Susy juga menyebutkan bahwa tim putri Indonesia memang akhirnya harus mengakui jika secara individual, tim Jepang memang rata-rata di atas pemain Indonesia. Di atas kertas, Jepang memang lebih jauh diunggulkan.

"Atlet kami sudah berjuang maksimal. Kami bahkan sempat unggul 1-0 lewat Gregoria, ini menjadi satu catatan tersendiri bahwa sebetulnya kalau kita mau, dan kita berusaha, kita bisa, tidak ada yang tidak mungkin," imbuh Susy.

"Di atas kertas mulai dari tunggal pertama, peluangnya sudah 45:55. Ini menjadi bahan pembelajaran bagi kami mengapa kami menang atau kalah hari ini. Secara susunan dan kekuatan, memang semua dari tunggal pertama, kedua, ketiga, semua di atas kami. Tapi bukan berarti kami kalah," ungkap Susy.

"Di ganda pertama pun sama, saya mungkin masih berpikir bahwa wakil ganda akan memberikan perlawanan ketat, hari ini kebalikannya. Ganda putri kalahnya lebih mudah dibanding tunggal putri," tambahnya.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu belum berhasil menyumbang angka di partai kedua setelah dikalahkan oleh Yuki Fukushima/Sayaka Hirota, dengan skor 13-21, 12-21. Pasangan Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris juga menyerah di tangan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, dengan skor 13-21, 10-21. *

wwwwww