Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
13 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
13 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
14 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
14 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton
Asian Games 2018

Selangkah Lagi, Aldila-Christo Ulang Sejarah Yayuk-Suharyadi

Selangkah Lagi, Aldila-Christo Ulang Sejarah Yayuk-Suharyadi
Pasangan Ganda Campuran Indonesia, Aldila Sutjiadi dan Christoper Rungkat melangkah ke final.
Jum'at, 24 Agustus 2018 20:01 WIB
Penulis: Azhari Nasution

PALEMBANG - Pasangan Aldila Sutjiadi (23 tahun) dan Christopher Rungkat (28) menggapai partai puncak tenis ganda campuran Asian Games 2018. Unggulan ke-11 itu sukses menumbangkan wakil Jepang, Erina Hayashi-Kaito Uesugi pada laga semi final  di Jakabaring Tennis Center Palembang, Jumat (24/8/2018).  Aldila-Christo menang straight set dengan skor akhir 7-6 (3), 6-4.

Kesuksesan ini bukan hanya mengejutkan tetapi membuka peluang bagi Aldila-Christo yang tinggal selangkah lagi mengulang sejarah yang pernah diraih pasangan ganda campuran, Yayuk Basuki dan Suharyadi saat merebut emas pada Asian Games Beijing, Tiongkok 1990.

“Kami bermain cukup baik, namun memang mengalami kesulitan karena lawan terutama yang wanita tampil bagus, permainannya cepat ketika berada di depan,” tutur Aldila.

“Ketika ketinggalan 5-6 dalam posisi 15-40, kami bisa membalikkan keadaan dengan mematahkan servis lawan untuk memaksakan tie break. Setelah itu momentum ada pada kami, apalagi terbantu dengan jeda menjelang set kedua karena hujan,” timpal Christo.

“Di set kedua kami tampil solid dan lebih agresif,” imbuhnya.

Di final, Sabtu (25/8/2018), Aldila-Christo bakal berjibaku dalam duel kawasan Asia Tenggara menghadapi seeded kelima, Luksika Kumkhum-Sonchat Ratiwatana dari Thailand yang mengalahkan Anna Danilina/Aleksandr Nedovyesov asal Kazakhstan 4-6 6-4 [12-10].

“Yang pasti saya sudah cukup mengenal permainan Sonchat. Mereka cukup tangguh, namun karena ini sudah partai final kami pasti akan memberikan yang terbaik untuk Merah Putih,” tandas Christo.

Christo memenangi duel ganda campuran atas Sonchat di semi final SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia. Christo ketika itu berpasangan dengan Jessy Rompies unggul atas Sonchat yang berduet dengan Peangtarn Plipuech, 6-2, 7-6 (7) [10-3].

Keberhasilan Aldila-Christo melaju ke partai pamungkas ini membawa kembali periode medali Asian Games dari lapangan tenis bagi kontingen Indonesia setelah terhenti sejak 2006. Medali terakhir tenis Merah Putih adalah emas beregu putri dan perak ganda putri Asian Games 2002 di Busan, Korea Selatan.

wwwwww