Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
21 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
23 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
19 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
21 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
6
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
19 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Home  /  Berita  /  Badminton
Asian Para Games 2018

Rika Oktovia, Ambisi Gadis Perantau Asal Minang

Rika Oktovia, Ambisi Gadis Perantau Asal Minang
Rika Oktavia
Kamis, 06 September 2018 19:16 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SEKILAS dilihat penampilan Rika Oktovia tak ada yang kurang. Tubuh wanita tomboy berambut bondol dengan cat warna biru ini sangat atletis. Gerakannya pun sangat lincah. Begitu juga lompatannya cukup gesit saat melompati gawang yang sengaja dipasang di arena lompat jauh lapangan atletik Stadion Sriwidari Solo, Jawa Tengah, Kamis, 6 September 2018.

"Saya itu paralimpian nomor lompat jauh kategori T20 kelompok Intelegencia Impairment (II)," kata Rika Oktavia. 

Gadis kelahiran Padang, Sumatera Barat, 6 Juni 1993 menekuni olahraga karena kedua orang tuanya senang olahraga. 

Selepas menjalani Sekolah Menengah Atas (SMA) di Padang, Rika berangkat ke kota Palembang, Sumatera Selatan untuk membantu usaha warung padang milik pamannya. 

"Orang minang itu kan perantau. Jadi, saya menganggap hidup ini belum lengkap kalau tidak merantau ke luar daerah. Dan, saya bahagia sekali ketika diajak paman ke Palembang," akunya. 

Meski disibukkan membantu usaha warung makan, Rika tidak pernah melupakan kebiasaan berolahraga. Dia terus berlatih cabang olahraga atletik. Hasilnya, Rika yang diarahkan atlet senior Sumatera Selatan sukses merebut gelar juara nomor Lari 100 M pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Riau 2012. 

Dari kesuksesan itu, dia direkrut memperkuat Kontingen Indonesia pada ASEAN Para Games Myanmar 2013. Dia meraih dua medali emas nomor Lari 100 M dan Lompat Jauh.

Pada Asian Para Games II Incheon, Korea Selatan (Korsel), Rika tidak tampil karena surat-suratnya tidak lengkap. Dan, dia tampil lagi pada ASEAN Para Games Singapura 2015 dan merebut medali emas di nomor Lompat Jauh dengan mencatat lompatan sejauh 5,12 Meter. Hasil ini mengalahkan pelompat jauh asal Malaysia, Siti Nuraida Ismail yang mencatat lompatan sejauh 5 04 meter. "Di Singapura, saya hanya tampil di nomor lompat jauh terkait aturan adanya larangan tampil di dua nomor," kata Rika yang tidak tampil pada ASEAN Para Games Kuala Lumpur Malaysia 2017 karena sakit. 

Di Asian Para Games III yang digelar di Jakarta 6-13 Oktober 2018, Rika tak lagi membuang kesempatan. Dia terus menjalani latihan serius untuk bisa meraih tempat terbaik. "Saya bertekad ingin menjadi yang terbaik di Asian Para Games 2018. Kalau saya bisa meraih medali emas kan bonusnya bisa buat tabungan masa depan dan membantu orang tua," tegas anak ke-4 dari 5 saudara pasangan Dasril dan Rosmaini ini. 

Selain pelompat jauh Malaysia, Rika juga memperhitungkan keberadaan atlet Jepang dan Korea Selatan. 

"Yang, saya perlu antisipasi hanya catatan rekor atlet Jepang dan Korsel karena belum ada. Yang saya tau hanya Siti Nuraida dari Malaysia sedangkan atlet China tidak ikut di nomor lompat jauh hanya konsentrasi nomor sprint," jelas Rika yang mengidolakan Maria Londa, peraih emas nomor lompat jauh Asian Games Incheon 2014.

wwwwww