Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
14 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
11 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
16 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
12 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
15 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
13 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Riau

Kuasai Ruang Paripurna DPRD Riau, Petisi Mahasiswa UIR Minta Jokowi Lengser Sebagai Presiden RI

Kuasai Ruang Paripurna DPRD Riau, Petisi Mahasiswa UIR Minta Jokowi Lengser Sebagai Presiden RI
Suasana demontrasi meminta Presiden Jokowi mundur karena sudah menyengsarakan rakyat.
Senin, 10 September 2018 19:51 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Ratusan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) yang menggelar aksi hari ini, Senin, (10/9/2018), setelah berhasil memasuki ruang rapat Paripurna DPRD Riau, menyerukan agar Presiden Joko Widodo lengser dari jabatannya. Hal itu berkaitan dengan melemahnya rupiah yang telah mencekik rakyat kecil, dimasa pemerintahan Jokowi.

Layaknya sidang paripurna yang biasa dilakukan oleh anggota DPRD Riau, ratusan mahasiswa beralmamater biru tua itu membuka sidang dengan menyanyikan Indonesia Raya, diikuti Himne mahasiswa, dan yel - yel serta takbir. Dalam 'sidang tersebut, ratusan mahasiswa kemudian menuangkan 3 tuntutannya dalam selembar kertas.

Diantaranya, menuntut pemerintah untuk menstabilkan perekonomian negara yang berimbas terhadap masyarakat menengah kebawah, dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Kemudian, meminta agar pemerintah tidak membatasi hak berdemokrasi dan konstitusional bagi setiap warga negara melalui kekuasan yang dimilikinya.

Selanjutnya, mengusut tuntas kasus korupsi PLTU Riau 1 yang menyebabkan kerugian negara.

Beberapa saat setelahnya, ratusan massa yang menyesaki ruang paripurna ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman. Menanggapi massa aksi, Noviwaldy kemudian menandatangani Petisi tersebut disambut riuh ricuh sorakan mahasiswa.

Pihaknya atas nama DPRD Riau berjanji akan segera menyampaikan Petisi tersebut kepada pemerintah pusat. Janjinya, Petisi itu akan dihantarkan paling tidak pada Rabu, (12/9/2018) mendatang.

"Kami ucapkan terimakasih kepada mahasiswa, kami terima aspirasinya dan nanti akan kami sampaikan kepada pemerintah pusat. Saja atas nama DPRD Riau berjanji, akan menyampaikan Petisi yang telah saya tanda tangani ini rabu besok," ujar Noviwaldy. ***

wwwwww