Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
23 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
20 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Home  /  Berita  /  Badminton
Korban Puting Beliung di Sergai

Henri Peluk Erat-erat Istri dan Anak, Saat Puting Beliung Terbangkan Atap Rumahnya

Henri Peluk Erat-erat Istri dan Anak, Saat Puting Beliung Terbangkan Atap Rumahnya
Rumah warga rusak diterjang angin puting beliung melanda Desa Pulau Gambar, kecamatan Serbajadi, Sergai.
Sabtu, 06 Oktober 2018 12:13 WIB
Penulis: Putra
SERGAI - Angin puting beliung melanda tiga Dusun di Desa Pulau Gambar, Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Jumat (5/10/2018) sekira jam 16.30 wib, membuat sebagian warga mengalami trauma.

Salah satunya Hendri Doloksaribu (38) warga Dusun 16, Desa Pulau Gambar sempat memeluk istri dan anaknya didalam rumah saat angin puting beliung menerbangkan atap rumahnya.

Walau sekeluarga selamat dari maut, namun anaknya Roni mengalami luka dibagian kepala akibat tertimpa kayu jatuh dari atas rumahnya.

“Anakku kepalanya luka kena jatuhan kayu,” imbuh Hendri, Sabtu (6/10/2018) siang.

Menurutnya, saat hujan mulai turun disertai angina, dirinya beserta istri dan anaknya berada dalam rumah. Tiba-tiba angina kencang berputar-putar di Dusun mereka membuat pemandagan diluar tidak terlihat.

“Gitu anginnya kencang aku memeluk istri dan anak. Tidak lama atap rumah terbang,” terangnya.

Melihat anaknya mengalami luka dibagian kepala, Hendri sempat kalut mencoba membawa anaknya untuk berobat. Kondisi diluar gelap sehingga Hendri mengurungkan niatnya keluar rumah.

“Aku gak berani membawa anak keluar karena pohon goyang karena kencangnya angin,” bilang Hendri.***

Editor:Wen
Kategori:Sumatera Utara, Olympic, Badminton
wwwwww