Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
12 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
13 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
14 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
14 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
14 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

4 Bulan tak Gajian, Ratusan Pekerja PT Ricry Demo di DPRD Riau

4 Bulan tak Gajian, Ratusan Pekerja PT Ricry Demo di DPRD Riau
Spanduk yang digelar pendemo
Senin, 08 Oktober 2018 12:34 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Keluh kesah ratusan PT Ricky yang meminta pembayaran gaji sejak Juni 2018, hingga jaminan kerja dan kesehatan tidak kunjung mendapat kepastian jawaban.

Atas hal itu, ratusan pekerja tersebut akhirnya mengadu ke DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin, (8/10/2018). 

Aksi demo yang dimulai pagi ini diantaranya menuntut 3 hal, yakni pembayaran gaji karyawan, tagihan BPJS Kesehatan dan Jamsostek karyawan, dan pesangon karyawan.

Aksi ini merupakan aksi yang kedua setelah ratusan massa menggelar aksi di lokasi pabrik PT. Ricry di bawah Jembatan Leighton 1, Rumbai, Pekanbaru.

"Rata - rata dari 366 pekerja di PT. Ricry sudah tidak gajian sekitar 4 bulan," ujar Koordinator lapangan, Syahriman.

"Selain itu, pernah suatu hari lokasi kerja kami didatangi maling yang membawa senjata tajam, tetapi pihak manajemen kemudian mengetahui hal itu dan hanya seolah peduli dengan hartanya, dia tidak bertanya apakah kami ada yang terluka. Kamipun tidak punya BPJS Tenaga Kerja dan BPJS Kesehatan," ujarnya lagi.

Tidak berlangsung lama, aksi yang berjalan dengan damai tersebut kemudian diterima oleh Ketua Komisi V DPRD Riau, Aherson diruangan komisi V.

Sekitar 15 sampai 20 orang perwakilan demo, memasuki ruangan hearing komisi v untuk berdiskusi dan akhirnya menyepakati bahwa hari kamis akan diadakan pertemuan selanjutnya bersama Dinas Tenaga Kerja. ***

wwwwww