Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
14 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
14 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
15 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
16 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
15 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Wujudkan Pemerataan Ekonomi yang Berkeadilan, Presiden Resmikan Program Bank Wakaf

Wujudkan Pemerataan Ekonomi yang Berkeadilan, Presiden Resmikan Program Bank Wakaf
Wujudkan Pemerataan Ekonomi yang Berkeadilan, Presiden Resmikan Program Bank Wakaf
Senin, 08 Oktober 2018 18:40 WIB
Penulis: Anita
DELISERDANG - Di Indonesia terdapat 33 bank wakaf mikro yang telah didirikan. Terdiri dari 6.674 nasabah di mana setiap bank memiliki modal sebesar Rp 8 Miliar.

Hal ini dikatakan oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo saat meresmikan Program Bank Wakaf Mikro di Pondok Pesantren Mawaridussalam Jalan Peringgan, Desa Tumpatan Nibung Kecamatan Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, Senin (8/10/2018).

"Tujuan pendirian bank wakaf mikro ini adalah untuk mewujudkan pemerataan ekonomi yang berkeadilan. Terutama pengembangan ekonomi mikro," katanya.

Ia menambahkan, latar belakang didirikannya bank wakaf mikro itu adalah akses masyarakat terutama di lingkungan pesantren ke lembaga keuangan yang tidak mudah. Adanya administrasi yang rumit serta harus adanya agunan atau jaminan.

"Semoga dengan adanya bank wakaf mikro ini, ekonomi mikro di Indonesia bisa lebih berkembang lagi. Saya juga berharap jika sudah ada ratusan atau ribuan bank wakaf mikro bisa menjadi sebuah bank yang besar," jabarnya.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso menuturkan, pihaknya akan terus memperbanyak program tersebut. Sebab, salah satu tugas OJK adalah memperluas akses keuangan kepada masyarakat.

"Bank wakaf mikro di lingkungan pesantren ini dapat menjadi lahan pendidikan bagi santriwan-santriwati. Serta dapat mempermudah masyarakat sekitar dalam berusaha sehingga kehidupan mereka menjadi lebih baik lagi. Apalagi biaya administrasi hanya dikenakan tiga persen  per tahun," pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Pangdam I/BB Mayjend TNI Muhammad Sabrar Fadhilah, Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan dan sejumlah tamu undangan lainnya.*

Editor:Sisie
Kategori:Sumatera Utara, Voli, Ekonomi, Olympic, PON, Badminton
wwwwww