Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
21 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
17 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
17 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
13 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
13 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton
Asian Para Games 2018

Risal Anssor, Tempuh Ribuan Kilometer Demi Dukung Indonesia

Risal Anssor, Tempuh Ribuan Kilometer Demi Dukung Indonesia
Risal Anssor. (INAPGOC).
Selasa, 09 Oktober 2018 17:28 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Jarak bukanlah menjadi sebuah hambatan bagi keinginan seseorang. Setidaknya itulah yang ada di benak sosok bernama Risal Anssor. Bersama kursi roda kesayangannya, ia rela menempuh perjalanan sejauh 2.500-an kilometer demi meraih impiannya.

Tentu bagi Risal Asian Para Games bukan sekadar kompetisi belaka. Baginya banyak pelajaran yang bisa ia ambil dari gelaran para olahraga terbesar se-Asia ini.

Salah satunya adalah sebuah pelajaran untuk mengubah nasib teman-temannya agar menjadi lebih baik. Sejak kedatangannya pada hari pembukaan, tiada tujuan lain bagi Risal untuk terus belajar dari Asian Para Games 2018.

"Ini event akbar untuk disabilitas, amat disayangkan untuk dilewatkan. Saya datang ke sini untuk mempelajari penyelenggaraan Asian Para Games. Sehingga nanti ilmunya bisa memperbaiki kualitas penyelenggaraan olahraga teman-teman disabilitas di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara," ujarnya.

Benar saja, laju roda itu tak pernah berhenti. Pergi dari satu venue ke venue yang lain. Sorot matanya selalu tajam, mengamati setiap gerik dalam permainan. Tak lupa sesekali merekam pertandingan atau fasilitas yang ada di venue.

Sebuah langkah inspiratif yang berangkat dari kepeduliannya terhadap teman-teman disabilitas agar mendapatkan kesempatan untuk mengaktualisasikan dirinya.

Sesekali ia terlihat tersenyum kecil ketika melewati beberapa titik di venue. Ternyata senyum Risal berasal dari ingatan masa lampau. Ingatan bagaimana sebuah kota mulai berusaha mengakomodir kebutuhan teman-teman disabilitas.

"Dulu Jakarta masih jauh dari kata nyaman untuk kami. Namun seiring berjalannya waktu, kota ini mulai berbenah. Sekarang saya tak lagi kesulitan untuk menggunakan moda transportasi. Bahkan venue-venue juga sudah makin lengkap dan memadai," tuturnya.

Senyum Risal yang menjadi pembawa obor Api Asian Para Games saat mengunjungi Ternate seolah tak pernah berhenti, ia selalu membalas senyuman dari setiap volunteer yang menyapanya. Baginya keberadaan mereka adalah bantuan lain yang perlu diapresiasi.

"Mereka begitu semangat dalam melayani dan membantu. Semoga semangat ini bisa terus bertahan hingga penutupan Asian Para Games 2018 nanti," jelas Ketua Ikatan Keluarga Disabilitas Ternate ini.

Puas melihat pertandingan bulu tangkis di Istora, pria ini bergegas menuju venue lain. Ia berusaha menyerap sebanyak mungkin pelajaran dan pengalaman dari kunjungannya. Ia sempat berhenti sejenak ketika ditanyai harapannya setelah Asian Para Games ini berakhir.

"Semua ini akan saya bagikan dan ceritakan kepada pemerintah daerah dan teman-teman di komunitas. Semoga dengan ini pemerintah bisa mengadakan pertandingan yang mengakomodir kebutuhan teman-teman. Setidaknya di level regional," jelas Risal yang pernah meraih perunggu di tingkat nasional pada cabang tenis meja kursi roda ini.

Tak lupa Rizal mengucapkan terima kasih kepada Bapak Burhan Abdurrahman Walikota Ternate karena telah memfasilitasi dan selalu mendukung nya.

Namun Risal masih punya impian lain, sebuah impian yang terus ia perjuangkan hingga saat ini. Ia berharap nantinya Indonesia bisa benar-benar menjadi sebuah negara yang ramah terhadap disabilitas.

Oleh karena itu, Risal tak pernah berhenti belajar dan terus berusaha sebelum impian itu terwujud. Baginya Indonesia bisa mencapai hal tersebut. Hanya saja menurutnya, teman-teman disabilitas juga harus ikut mendorong terwujudnya impian tersebut.

"Semua harus dilakukan secara bersama-sama. Oleh karena itu teman-teman yang lain juga harus ikut bersuara dan mendesak pemerintah daerah untuk bisa mengubah daerahnya menjadi inklusif dan ramab disabilitas," tegasnya.

Harapan dan impian Risal rasanya masih punya jalan yang cukup panjang dan terjal. Tapi Risal tidak sendirian, teman-teman disabilitas yang lain tidak sendirian dan tidak akan pernah sendirian.

Karena kita satu, kita semua sama, dan kita semua pasti akan membantu menjadikan Indonesia sebagai negara yang ramah disabilitas. Langkah Risal adalah awal, tapi langkah kita semua akan menyelesaikan langkah yang telah dibuka Risal dan teman-temannya. Kita semua pasti bisa. Pasti. ***

wwwwww