Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
21 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
17 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
18 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
14 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
14 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton
Asian Para Games 2018

Sapto Gunakan Bonus Buat Modal Bengkel Motor

Sapto Gunakan Bonus Buat Modal Bengkel Motor
Sapto Yogo Purnomo (INAPGOC)
Selasa, 09 Oktober 2018 17:35 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA- Pelari Sapto Yogo Purnomo mempersembahkan emas kelima untuk Kontingen Indonesia dengan menjuarai cabang para atletik nomor 200 meter T-37 pria Asian Para Games 2018. Pemuda asal Purwokerto, Jateng berusia 20 tahun ini mencatat waktu 23,76 detik dalam final yang digelar di Stadion Utama GBK Senayan, Senin, 8 Oktober 2018.

“Saya sebenarnya tidak difokuskan untuk nomor 200 meter, tapi di 100 meter. Ternyata malah menang di 200 meter, ini jelas menambah motivasi saya untuk menjadi yang terbaik di 100 meter,” kata Sapto.

Sapto menceritakan jika dirinya mulai berlatih sprint dengan serius sejak usia 16 tahun saat duduk di bangku SMK.

“Waktu saya kelas 1 SMK. Saya nurut saja waktu disuruh latihan, dan baru sekarang terasa hasilnya,” ujar Sapto lagi.

Sapto mengalahkan dua atlet Iran yakni Ali Olfatnia yang mencatatkan waktu 24,27 detik untuk medali perak, serta Davoudali Ghasemi dengan 24,38 detik yang berhak atas medali perunggu.

Menyoal tentang bonus yang bakal diterima sebagai peraih emas Asian Para Games 2018, ini yang dia katakan.

“Saya tidak mikir soal bonus, Karena saya berlomba hanya ingin menang dan membela negara. Tapi kalau memang ada bonus ya saya bersyukur. Saya ingin gunakan sebagai modal mendirikan bengkel motor,” kata Sapto.***

wwwwww