Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
20 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
21 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
17 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
21 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Badminton

Tutup Akses Jalan, PT Mekar Alam Lestari Persulit Warga yang Melintas

Tutup Akses Jalan, PT Mekar Alam Lestari Persulit Warga yang Melintas
Ketua Komisi III DPRD Pelalawan, Imustiar
Selasa, 09 Oktober 2018 18:16 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Keberadaan PT Mekar Alam Lestari (MAL) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan terasa tidak memberikan kontribusi terhadap masyarakat. Seharusnya, perusahaan memberikan kontribusi dan menjalin hubungan yang baik.

PT MAL menutup jalan kebun perusahaan dengan memasang portal, disisi lain perusahaan tidak mau memperbaiki akses jalan yang digunakan oleh masyarakat.

"Perusahaan punya jalan yang bisa dilewati oleh masyarakat, jadi jangan ditutup," tegas Ketua Komisi III DPRD Pelalawan, Imustiar, Selasa (9/10/2018).

Sementara disisi lain, kata Imustiar, perusahaan dalam hal ini PT MAL tidak mau memperbaiki akses jalan yang rusak, selama ini digunakan oleh masyarakat.

Padahal, akses jalan tersebut digunakan oleh masyarakat di tiga desa, yakni Desa Mak Teduh, Pangkalan Panduk dan Tanjung Air Hitam.

"Karena masyarakat harus bisa ikut melewati, kalau tidak bisa membantu perawatan secara rutin jalan masyarakat seharusnya jalan perusahaan jangan dipasang portal," tegas politisi Golkar.

Sebab, jika sudah lewat jam 18.00 WIB masyarakat tidak bisa melewati jalan perusahaan. "Tolong jalan masyarakat diperbaiki, atau jalan kebun perusahaan dibuka agar masyarakat bisa lewat," tandas Imustiar. ***

wwwwww