Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
22 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
2
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
21 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
3
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
24 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
4
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
22 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
5
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
6
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Sepakbola
21 jam yang lalu
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Home  /  Berita  /  Badminton
Bulutangkis French Open 2018

Praveen-Melati Dihentikan Unggulan Kedua

Praveen-Melati Dihentikan Unggulan Kedua
Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti
Jum'at, 26 Oktober 2018 03:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution

PARIS - Langkah pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti di French Open 2018 dihentikan pasangan unggulan kedua, Wang Yilyu-Huang Dongping, dalam permainan dua game, dengan skor 14-21, 12-21.

Kurang konsisten dalam ketahanan menghadapi pola main lawan menjadi penyebab utama kekalahan Praveen-Melati. "Kalau dilihat dari awal, sebetulnya permainannya seimbang. Tetapi kami kurang tahan di lapangan. Kami terbawa pola main mereka, sebetulnya permainan mereka kami cocok, tipenya kuat," ujar Praveen soal permainan.

"Kami banyak melakukan kesalahan sendiri, dan iya memang kurang tahan. Kalau pola main, dibanding Zheng (Siwei)-Huang (Yaqiong) yang cepat dan rapat, Wang-Huang masih lebih ada celahnya," jelas Melati.

Praveen/Melati mengaku masih banyak yang harus mereka perbaiki untuk mendapat hasil yang lebih baik. Baik dari segi teknik maupun non teknik.

"Kami masih meniti, di awal kami dipasangkan, belum ada yang tahu pola main kami. Sekarang lawan sudah mengantisipasi dan mempelajari pola main kami. Kami ingin menunjukkan yang lebih baik lagi, terutama dengan adanya perbaikan dari individu kami masing-masing, dan bagaimana saya menjadi leader yang baik buat Mely," sebut Praveen.

wwwwww