Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
22 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
2
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
21 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
3
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
23 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
4
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
21 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
5
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
6
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Sepakbola
21 jam yang lalu
Timnas Indonesia Gelar Pemusatan Latihan di Bali pada FIFA Matchday November
Home  /  Berita  /  Badminton

Terdapat Kawasan Cagar Budaya, Siak Masuk Jaringan Kota Pusaka Indonesia

Terdapat Kawasan Cagar Budaya, Siak Masuk Jaringan Kota Pusaka Indonesia
Wakil Bupati Siak, Alfedri berikan cendera mata kepada walikota Surakarta.
Jum'at, 26 Oktober 2018 06:51 WIB
Penulis: Ira Widana
SOLO - Indonesia memiliki ribuan aset pusaka yang bernilai tinggi, yang merupakan rekam jejak sejarah bangsa Indonesia, dari zaman kerajaan nusantara hingga pasca kemerdekaan. Aset-aset tersebut memiliki nilai kearifan lokal yang otentik, yang dari segi hukum pun sangat dilindungi keberadaannya.

Begitu juga halnya di Kabupaten Siak, Riau. Siak sebagai Kota yang di dalamnya terdapat kawasan cagar budaya dan atau bangunan cagar budaya yang memiliki nilai-nilai penting bagi kota, menempatkan penerapan kegiatan penataan dan pelestarian pusaka sebagai strategi utama pengembangan kotanya.

Menurut Alfedri banyak manfaat bagi Kabupaten/Kota di Indonesia apabila diakui sebagai Kota Pusaka Indonesia dan juga Kota Pusaka Dunia, yaitu peningkatan nilai sosial, budaya, dan ekonomi antara lain melalui pariwisata kota pusaka.

"Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP) dibentuk sebagai upaya nyata melestarikan aset-aset pusaka bangsa yang tersebar di berbagai kota di Indonesia," kata Wakil Bupati Siak Alfedri menghadiri jamuan makan malam di Pendapi Gedhe Balaikota Surakarta beberapa waktu lalu bersama seluruh Bupati Walikota se Indonesia yang tergabung dalam JKPI.

Masih dikatakan Alfedri, banyak keuntungan masuk dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia. Salah satunya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat Bina Penataan Bangunan memberikan pendampingan dan fasilitasi dalam bentuk dana stimulan penataan kawasan pusaka.

"Pelestarian cagar budaya perlu didukung dengan pengembangan kota yang menghargai keberadaan cagar budaya dan menjadikannya sebagai bagian penting dalam pengambilan keputusan," kata Alfedri lagi yang juga memberikan cenderamata kepada Walikota Surakarta sebagai tanda kenang kenangan. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww