Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
16 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
9 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
10 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
15 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
6
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
10 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
Home  /  Berita  /  Badminton

Langka, Premium Eceran di Pekanbaru Dijual Rp10 Ribu per Liter

Langka, Premium Eceran di Pekanbaru Dijual Rp10 Ribu per Liter
Sabtu, 27 Oktober 2018 23:00 WIB
Penulis: Astri Jasiana Nindy
PEKANBARU - Bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang belakangan ini langka, membuat pedagang bensin eceran di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mematok harga premium sebesar Rp10.000 per liter.

Patokan harga ini hampir seragam di setiap pengecer. Mereka aji mumpung mematok harga tersebut karena sudah tahu bahwa premium langka. Padahal harga premium di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) sebenarnya hanya Rp6.450 per liter.

Menurut salah satu pedagang eceran premium di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru, Wati (29) mengatakan, bahwa pihaknya memang mematok harga tersebut sesuai harga pasaran pengecer.

"Dulu pernah jual Rp8.000 per liternya, cuma sekarang harga premium Rp10.000 per liternya. Saya buat sama saja," katanya di Pekanbaru, Sabtu (27/10/2018).

Di tempat yang berbeda, Dodi yang juga merupakan salah satu pedagang minyak eceran di Pekanbaru, tanpa basa-basi mengakui memang memasang harga Rp10.000 per liter lantaran premium sudah langka.

"Maklum, karena premium langka. Makanya harga yang dijual pun tinggi," ujarnya.

Walaupun harga yang ditawarkan pedagang eceran lebih tinggi, nyatanya masih saja diminati masyarakat. Seperti yang dikatakan salah satu pembeli premium eceran, Ami (20). Ia memilih membeli eceran karena premium dan pertalite mulai langka di SPBU. Sementara, ia tidak mampu untuk membeli Pertamax.

"Premium dan pertalite sering kosong, kalau pun ada pasti antriannya panjang, lebih baik beli eceran aja walaupun harga sedikit mahal," ujarnya. ***

Editor:Ratna Sari Dewi
Kategori:Ekonomi, Riau, PON, Badminton
wwwwww