Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
16 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
17 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
24 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Badminton

Dalam Waktu Dekat, Polisi akan Limpahkan Perkara Ijazah Palsu Kades Setiang ke Kejari Kuansing

Dalam Waktu Dekat, Polisi akan Limpahkan Perkara Ijazah Palsu Kades Setiang ke Kejari Kuansing
Kamis, 08 November 2018 15:28 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Hampir setahun, Iramsi masih menikmati sebagai Kepala Desa Setiang Kecamatan Pucuk Rantau. Padahal, dia sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Kuantan Singingi (Kuansing), Riau terkait penggunaan ijazah palsu saat mencalonkan diri.

"Perkara ini masih tahap I. Kita sudah sampaikan berkas ke kejaksaan dan kini masih menunggu petunjuk jaksa," ujar Kapolres Kuansing melalui Kasubag Humas AKP Kadarusmansyah kepada GoRiau.com, Kamis (8/11/2018) di Telukkuantan.

Dikatakan Kadarusmansyah, jika jaksa sudah menyatakan semua berkas lengkap, maka perkara ini akan segera dilimpahkan. "Kita tunggu petunjuk jaksa selanjutnya."

"Jika sudah lengkap, maka dalam waktu dekat perkara bisa tahap II. Kita akan serahkan perkara bersama tersangkanya," terang Kadarusmansyah.

Terkait alasan polisi yang tidak menahan Iramsi, Kadarusmansyah menyatakan bahwa tersangka berstatus kepala desa. Selain itu, selama kasus ini bergulir, Iramsi dinilai kooperatif.

"Beliau juga tidak akan menghilangkan alat bukti. Dengan pertimbangan itu, penyidik tidak melakukan penahanan," tegas Kadarusmansyah. ***

wwwwww