Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
20 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
15 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
15 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

DPRD Riau Pastikan Penambahan Modal untuk BUMD tak akan Diakomodir pada APBD 2019

DPRD Riau Pastikan Penambahan Modal untuk BUMD tak akan Diakomodir pada APBD 2019
Menara Bank Riau Kepri, salah satu BUMD Riau
Senin, 19 November 2018 19:26 WIB
Penulis: Nyimas Naima Azzahra
PEKANBARU - Anggota Banggar (Badan anggaran) DPRD Riau, Suhardiman Amby memastikan usulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengenai penambahan modal kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tidak akan diakomodir pada APBD 2019.

Ia mengatakan, bahwa dana APBD sebesar Rp9,1 triliun dialokasikan untuk kebutuhan wajib. Sehingga tidak mungkin bisa digunakan sebagai penambahan modal BUMD.

"APBD sekitar Rp9,1 triliun digunakan untuk biaya-biaya rutin. Seperti pendidikan, infrastruktur, kesehatan, dan bantuan desa," ujarnya di Pekanbaru, Senin (19/11/2018).

Politisi yang akrab disapa Datuk ini mengatakan, bahwa sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk penambahan modal BUMD. Pasalnya, APBD Riau saat ini sedang mengalami defisit, jadi harus mengutamakan belanja prioritas.

"Penambahan tersebut kemungkinan bisa dilaksanakan apa bila kondisi keuangan daerah sedang surplus, bukan defisit seperti saat ini," papar politisi Partai Hanura tersebut.

"Jadi usulan tersebut sudah pasti tidak akan diakomodir," sambungnya lagi.

Sebelumnya, Pemprov mengusulkan penambahan modal sebesar Rp3 triliun untuk BUMD di seluruh Riau. ***

wwwwww