Arcandra Sayangkan Ada yang Menolak Proyek Pembangkit Listrik Geotermal di Gunung Talang

Arcandra Sayangkan Ada yang Menolak Proyek Pembangkit Listrik Geotermal di Gunung Talang
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar.
Jum'at, 30 November 2018 21:25 WIB
PADANG - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar lagi-lagi menyinggung polemik penolakan warga terhadap pengembangan panas bumi (geotermal) Gunung Talang-Bukitkili, di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar).

Hal itu disampaikan Arcandra dalam pidatonya saat menyerahkan bantua paket Konverter Kit atau bahan bakar hasil konversi BBM menjadi Bahan Bakar Gas (BBG) pada nelayan di Padang Pariaman, Jumat (30/11/2018).

Arcandra menyayangkan proyek pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Gunung Talang masih terkendala akibat penolakan sebagian kelompok masyarakat.

"Misalnya, pemerintah pusat ingin bangun jalan tol, malah ini dikritisi. Saya nggak tau kenapa. Ada investor yang mau masuk panas bumi. Juga nggak mau," kata Arcandra seperti dikutip dari JawaPos.com.

Padahal, terang lelaki berdarah Minang itu, pembangunan PLTP akan memberikan imbas positif berupa tambahan porsi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi daerah tersebut.

Kecilnya PAD Kabupaten Solok dan Sumbar dapat didongkrak dengan pembangunan PLTP di Gunung Talang. "PLTP merupakan bentuk pembagkit energi paling ramah lingkungan dibanding bentuk pembangkitan lainnya," katanya.

"Kalau PAD kecil artinya bergantung pada pemerintah pusat. Iya kalau Pemerintah Pusat punya uang. Kalau nggak ada, ya kami datangkan investor. Namun malah sebagian masyarakat menolak," sambung Arcandra.

Arcandra meminta masyarakat terbuka terhadap investasi, termasuk proyek panas bumi. Kemudian, masyarakat juga harus mampu memilah antara isu politik dan isu pembangunan.

"Bagi pemerintah, pembangunan proyek panas bumi dilakukan untuk kepentingan masyarakat," tegasnya.

Seperti diketahui, potensi energi panas bumi di daerah Kabupaten Solok cukup menjanjikan. Sumber daya mineral ini sekaligus memberi harapan untuk distribusi energi listrik bagi masyarakat daerah penghasil beras ternama ini.

Dalam hal ini, PT Hitay Daya Energi dipercaya Kementerian ESDM untuk melakukan pengeboran terhadap panas bumi di Gunung Talang dan Bukitkili. Setidaknya, untuk tahap awal, perusahaan milik investor asal Turki akan melakukan pengeboran untuk 20 Mwe panas bumi dengan nilai investasi mencapai 1 juta US Dollar atau setara Rp1 triliun.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno telah nyinyir meminta masyarakat dapat membuka mata dan menerima investasi. Namun, sejak awal proyek itu disosialisasikan, sebagian warga sekitar gunung talang selalu menolak. Dengan alasan proyek tersebut akan membunuh mata pencarian masyarakat. (rcc/jpc)

Editor:arie rf
Sumber:JawaPos.com
Kategori:GoNews Group, Umum, Sumatera Barat
wwwwww