Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
23 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
23 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
21 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
22 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
19 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
23 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Badminton

Masuk Puncak Musim Penghujan, Status Siaga Darurat Karhutla Riau Resmi Dicabut

Masuk Puncak Musim Penghujan, Status Siaga Darurat Karhutla Riau Resmi Dicabut
Jum'at, 30 November 2018 11:17 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau berakhir pada hari ini, Jumat (30/11/2018). Status ini resmi dicabut mengingat musim penghujan sudah tiba jelang akhir tahun ini.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sukisno mengatakan, bahwa Riau sudah memasuki musim hujan sejak bulan Oktober. Kondisi ini akan berlangsung hingga Januari 2019 mendatang.

Yang artinya, puncak kemarau pada bulan Juli hingga Agustus lalu sudah dilalui. Sehingga diprediksi, nantinya hotspot tidak akan muncul karena dapat teratasi dengan tingginya curah hujan.

"Bulan September lalu sudah memasuki masa transisi dari musim kemarau ke penghujan. Jadi di Oktober ini sudah masuk bulan basah," kata pria yang akrab disapa Kisno ini di Kantor Gubernur Riau, Jumat siang.

Atas pertimbangan itu lah, status siaga darurat karhutla di Riau resmi dicabut dan diganti dengan status siaga darurat banjir. Di mana, lima daerah di Riau memang sudah lebih dulu menetapkan status siaga darurat banjir karena wilayahnya mulai terendam banjir.

Asisten I Setdaprov Riau, Ahmad Syah Harrofie yang mewakili Plt Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim mengatakan, bahwa status siaga darurat banjir di Riau ditetapkan mulai hari ini, 30 November hingga 31 Desember 2018 mendatang.

"Status siaga darurat karhutla kita cabut. Alhamdulillah sudah tiga tahun kita bisa cegah kabut asap. Sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana menangani banjir," kata Ahmad Syah dalam rapat pencabutan status siaga darurat di Riau. yang dilaksanakan di ruang Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Jumat pagi. ***

Kategori:Voli, Riau, Badminton
wwwwww