Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
23 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
23 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
19 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Status Siaga Darurat Banjir di Riau Berlaku Hingga 31 Desember 2018

Status Siaga Darurat Banjir di Riau Berlaku Hingga 31 Desember 2018
Jum'at, 30 November 2018 13:38 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Status siaga darurat banjir di Provinsi Riau yang ditetapkan mulai hari ini, Jumat (30/11/2018) akan berlaku hingga 31 Desember 2018 mendatang.

Asisten I Setdaprov Riau, Ahmad Syah Harrofie mengatakan, bahwa status siaga darurat banjir ini ditetapkan menyusul lima daerah di kabupaten yang telah terlebih dahulu menetapkan status siaga. Di mana, status yang mereka tetapkan itu akan berakhir juga pada 31 Desember 2018 mendatang.

‌"Provinsi ikut menetapkan status siaga darurat banjir supaya penanganan banjir di daerah bisa maksimal. Dengan provinsi menetapkan status, maka bantuan dari pusat juga akan mudah memintanya," kata Ahmad Syah yang mewakili Plt Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim dalam rapat pencabutan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau, yang diselenggarakan di ruang Kenanga, Kantor Gubernur Riau, Jumat (30/11/2018) pagi. ‌

‌Di tempat yang sama, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edwar Sanger mengatakan, bahwa Riau telah dilanda banjir sejak awal Oktober lalu. Bahkan, Kabupaten Pelalawan, Rokan Hilir (Rohil) dan Rokan Hulu (Rohul) telah menetapkan status siaga darurat banjir sejak Oktober. ‌

Lalu, disusul penetapan status siaga darurat banjir oleh Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Kuantan Singingi (Kuansing) pada awal November.

Dengan ditetapkannya status siaga banjir ini, Edwar pun berharap penanganan banjir menjadi lebih mudah. Selain itu, upaya koordinasi antara tim yang bertugas di lokasi lebih cepat dan melibatkan semua pihak dalam penanganannya.

Untuk posko siaga banjir, lokasinya telah ditetapkan di Kantor BPBD Provinsi Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

"Siaga banjir dan longsor ini, kami sudah melakukan uapaya dalam bentuk bantuan kepada daerah yang terpapar banjir. Logistik sudah mulai habis tapi sudah kita minta bantuan ke pusat. Sekarang masih dalam proses di samping begitu banyak bencana yang terjadi di Riau," katanya. ***

wwwwww