Petani di Riau Sudah Miliki Badan Usaha Sendiri, Pertama Terbentuk di Kabupaten Kampar

Petani di Riau Sudah Miliki Badan Usaha Sendiri, Pertama Terbentuk di Kabupaten Kampar
Pembentukan BUMP PT Riau Tani Mandiri di hotel Dafam Pekanbaru dihadiri ketua Sekretariat Nasional BUMP Indonesia, DR Edi Waluyo (no 5 dari kiri)
Sabtu, 01 Desember 2018 11:34 WIB
Penulis: Ira Widana
SIAK - Dalam rangka mendorong kebijakan reformasi pangan, Ketua Asosiasi Masyarakat Singkong Indonesia (AMSI) Provinsi Riau, Hasan Basri terus memperjuangankan terbentuknya kelembagaan ekonomi petani melalui penerapan cooperative farming atau badan usaha milik petani (BUMP).

Cooperative farming atau BUMP adalah kelompok petani yang mengelola lahan miliknya secara bersama-sama dengan sistem manajemen korporasi. Dalam BUMP tersebut, petani yang menjadi anggota atau pengelola akan menerapkan sistem pra produksi, produksi hingga distribusi yang sama.

"Sekitar pertengahan Oktober 2018, Badan Usaha Milik Petani ( BUMP) PT Riau Tani Mandiri resmi terbentuk. BUMP pertama di Riau ini ada di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar," kata Drs Hasan Basri MSi, Mantan Camat Mandau ini kepada GoRiau.com, Sabtu (1/12/2018).

Dikatakannya, pembentukan ini dihadiri langsung oleh ketua Sekretariat Nasional BUMP Indonesia DR Edi Waluyo dan bersama Prof DR Muhammad Winugroho serta pimpinan cabang BNI 46 di Pekanbaru.

"Dan InsyaAllah tanggal 6 Desember nanti BUMP PT RTM akan ikut launching bersama 77 BUMP seluruh Indonesia di Wonogiri, Jawa Tengah. Yang mana pertemuan itu nantu juga akan dihadiri oleh Presiden RI," sebut Inisiator Pembentukan BUMP di Riau ini.

Hasan Basri menyebutkan, kedepannya, BUMP ini akan dibentuk di setiap Kabupaten Kota lainnya di Riau. Hal ini juga sudah disampaikan kepada Gubernur Riau terpilih Drs H Syamsuar yang sangat komitmen mendukung kemajuan sektor pertanian di Riau.

"Dengan kehadiran BUMP ini, siapa saja masyarakat yang ingin meningkatkan perekonomiannya melalui pertanian bisa memanfaatkan lahan tidur atau lahan kosong untuk budidaya singkong, padi, jangung, sagu dan lain-lainnya," ungkap Hasan lagi.

Untuk memulainya, para petani juga bisa mengakses KUR dengan Bank BNI yang sudah memiliki kerjasama dengan Seknas BUMP Indonesia dengan syarat dan ketentuan yang ada.

"Cabang Bank BNI 46 siap memberikan fasilitas kredit pengolahan lahan tidur untuk petani sesuai dengan MoU antar BUMP Indonesia dengan Cabang Bank BNI 46. Petani yang mendapat bantuan modal ini harus memiliki BUMP dulu yang berinduk dengan Seknas BUMP Indonesia," sebut Hasan. ***

wwwwww