Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
23 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
23 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
19 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
19 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
17 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Rocky Gerung dapat Foto Ratna Sarumpeat Lebam dari Pesan Whatsapp saat di Gunung Elbrus Rusia

Rocky Gerung dapat Foto Ratna Sarumpeat Lebam dari Pesan Whatsapp saat di Gunung Elbrus Rusia
Selasa, 04 Desember 2018 20:06 WIB
Penulis: C. Karundeng
JAKARTA - Akademisi Rocky Gerung mengaku menerima foto Ratna Sarumpaet yang penuh lebam sebanyak empat buah dari pesan singkat Whatsaap dari tersangka kasus berita hoax.

Namun, dia menyebutkan baru membuka kiriman foto tersebut pada 1 Oktober 2018 karena dirinya sedang berada di Rusia untuk menaiki gunung Elbrus selama 10 hari mulai dari 20 September hingga 1 Oktober 2018.

"Saya menerima foto. Tapi saya menerima itu jelas dari WA Ibu Ratna Sarumpaet. Saya menerima tanggal 1 (Oktober). artinya dikirimkan sebelumnya," kata Rocky di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).

Setelah menerima foto tersebut, dirinya kaget dan langsung mengupload di media sosial Twitter. "Ya respon saya seperti di Twitter ya. Saya respon sebagai orang yang merasa tercengang dengan gambar itu. Jadi dibilang saya penyebar hoax. Enggak, itu bukan hoax. hoaks itu disebut hoaks setelah Ratna membuat konpers," jelasnya.

Saat mengetahui jika Ratna berbohong atas pemukulan yang dideritanya di Bandung, Jawa Barat adalah kebohongan, dia langsung menghapus foto yang didapatnya dari Ratna dan tidak ikut menyebarkannya.

"Saya delete (fotonya). Ketika Bu Ratna mengatakan itu bohong maka saya delete. Prosedurnya kan begitu, kemudian saya dibully. Yaudah kan saya dibohongi silahkan. kalau masih bully saya namanya dungu kan," jelasnya.

Untuk informasi, Ratna Sarumpaet ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoax pada Kamis 4 Oktober 2018. Aktivis perempuan itu sempat menggegerkan publik karena mengaku diamuk sejumlah orang.

Ratna dijerat Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 46 tentang Peraturan Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dari penerapan pasal berlapis itu, Ratna terancam hukuman 10 tahun penjara. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Metropolitan, Voli, Beladiri, Olympic, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww