Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
19 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
2
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
MPR RI
18 jam yang lalu
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
3
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
4
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Umum
19 jam yang lalu
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
5
Manajemen dan Nasabah Bumiputera Diharapkan Segera Bertemu
DPR RI
18 jam yang lalu
Manajemen dan Nasabah Bumiputera Diharapkan Segera Bertemu
6
Soal Pemekaran Wilayah, Nono Sampono: Kalimantan Sama Penting dengan Papua
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Soal Pemekaran Wilayah, Nono Sampono: Kalimantan Sama Penting dengan Papua
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Bali International Football Championship (BIFC) 2018

Sate Bali Digemari Pemain Progresso Sano FC

Sate Bali Digemari Pemain Progresso Sano FC
Pemain Progresso Sano FC sedang menyantap sate Bali.
Selasa, 04 Desember 2018 20:23 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BADUNG - Makanan Indonesia ternyata sangat digemari oleh orang Jepang. Hal tersebut diketahui setelah ada beberapa pemain sepak bola U-15 dari klub asal Jepang, Progresso Sano FC, yang terlihat sedang asyik menikmati sate di tribune Stadion Beji Mandala, Badung, Bali, sambil menyaksikan laga Bali International Football Championship (IFC) U-15 Piala menpora 2018, Selasa (4/12/2018).

Kesebelasan Progresso merupakan salah satu peserta di ajang yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Badung itu.

Menurut para pemain Progresso, sate sama seperti Yakitori. Makanan itu sebenarnya juga berupa satai. Menurutnya, cara memasaknya pun sama, namun bedanya ada di bumbu. Yakitori di Jepang bisa dinikmati tanpa memakai baluran kecap atau bumbu kacang.

“Rasa satai mirip-mirip kok dengan yakitori,” kata Shunki Mita, pemain belakang Progresso. “Di Jepang, yakitori bisa didapat di mana saja. Di pinggir jalan juga ada, di rumah makan juga,” kata pesepakbola berusia 13 tahun itu.

Akan tetapi, di Jepang, Yakitori terbilang mahal. Satu tusuknya dihargai 100 yen Jepang atau setara dengan hampir Rp12 ribu. “Satu tusuk di sini harganya Rp2 ribu. Murah,” kata Haruma Sekiguchi, rekan Mita yang menjadi kiper di Progresso.

Adapun Progresso di Bali IFC menempati Grup B bersama Cruzeiro Academy Asia dan Bara FC. Progresso sudah menjalani laga perdana pada Senin (3/12/2018). Mereka kalah 0-2 dari Cruzeiro, klub asal Thailand. Progresso akan melakoni pertandingan kedua pada Rabu (5/12) melawan Bara FC, klub Indonesia.

Bara merupakan klub yang diisi kombinasi para pemain Bali dan Sekolah Khusus Olahraga Ragunan, Jakarta dengan juru taktik Bambang Warsito. Klub tersebut sudah memetik poin penuh pascamenang 1-0 dari Cruzeiro. “Kemenangan itu jadi bekal kami untuk menghadapi Progresso,” kata Bambang.

Sementara manajer Bara Hara Laguna, berharap para pemainnya bisa tampil lepas ketika menghadapi Progresso. Pasalnya, di laga pertama cukup jelas terlihat bahwa mereka sedikit gugup. “Karena laga perdana, jadi ada beberapa instruksi yang tidak dijalankan,” katanya. ***


wwwwww