DPD Tegaskan Dukung Pembangunan dari Daerah di RDM Bali

DPD Tegaskan Dukung Pembangunan dari Daerah di RDM Bali
Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang saat memberikan sambutan. (GoNews.co)
Jum'at, 07 Desember 2018 14:29 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
BALI - Ketua Dewan Perwakilan Daerah Oesman Sapta Odang membuka Regional Diplomatic Meeting 2018 di Hotel The Stone, Bali, Jumat (7/12/2018).

Acara itu dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat, para gubernur, serta organisasi pemerintahan seluruh Indonesia. Hadir pula Gubernur Bali I Wayan Koster serta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Oesman mengatakan, Indonesia merupakan negara kepulauan yang dianugerahi sumber daya alam yang melimpah dan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi.

Selain itu, Indonesia juga memiliki penduduk terbesar keempat di dunia, serta beragam bahasa, etnis, dan adat istiadat yang tersebar di 17 ribu pulau.

"Namun, kami menyadari tidaklah mudah mengelola sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah tersebut dalam rangka menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera," paparnya.

Saat ini pemerintah telah menetapkan pelaksanaan pembangunan nasional dimulai dari pinggir atau daerah dengan memberikan titik tekan pada kemampuan, karakter dan sumber daya khas dari masing-masing. Hal ini dalam rangka meningkatkan pembangunan nasional. "Karena apabila daerah terbangun dan kuat maka negara dan bangsa akan menjadi kuat pula," tegas Oesman Sapta.

Dia menegaskan, DPD sebagai lembaga negara yang menjadi saluran aspirasi kepentingan daerah sangat mendukung visi pembangunan dari pinggir atau daerah tersebut.

Fokus DPD, kata Oso, agar otonomi daerah dan desentralisasi dapat meningkatkan pertumbuhan yang berkualitas melalui pemerataan hasil-hasil pembangunan ke semua daerah dalam rangka mengatasi disparitas sosial ekonomi.

Hal inilah yang menjadi dasar DPD untuk menginisiasi penyelenggaraan Regional Diplomatic Meeting ini. Supaya potensi-potensi daerah yang satu dengan lainnya dapat sinergi dan terjalin koneksitas dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Karena bagaimanapun, di era globalisasi saat ini dalam rangka percepatan pembangunan daerah, kita perlu menjalin hubungan kemitraan yang luas dengan berbagai negara," paparnya.

Sementara itu, Menlu Retno mengatakan potensi daerah Indonesia sangat banyak, dan perlu dipromosikan dengan baik. "Tadi saya sampaikan bahwa pertemuan ini merupakan pertemuan yang dapat menjembatani networking antara para kepala daerah dengan para dubes asing di Indonesia," katanya.

Dia menambahkan, persaingan ke depan semakin kuat sekali. Bukan hanya dari negara-negara maju tetapi juga berkembang. Dengan negara maju biasanya saling melengkapi atau komplementer. Dengan negara berkembang bisa bersaing karena produknya sama.

"Oleh karena itu, barang kita harus kompetitif," ujarnya.

Selain itu, lanjut Retno untuk menarik wisatawan, produk-produk tidak hanya destinasinya saja. "Destinasi bisa bagus tapi kalau tidak dikemas, maka kita akan bersaing ketat dengan negara lain demikian juga dengan investasi," pungkasnya. ***

wwwwww