Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
15 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
16 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  Badminton
LIGA 1 2019

Persib Penasaran Dengan Format Kompetisi Satu Wilayah

Persib Penasaran Dengan Format Kompetisi Satu Wilayah
Selasa, 18 Desember 2018 14:21 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BANDUNG - Musim ini Klub Persib Bandung gagal mewujudkan target menjadi juara LIGA 1. Sempat perkasa di akhir putaran pertama, perlahan Persib mulai surut di putaran kedua.

Meski masih mampu bersaing di papan atas, gelar juara harus direlakan buat persaingan antara PSM dan Persija di pekan-pekan terakhir. Persib akhirnya finis di peringkat keempat.

Kegagalan menjadi juara ini otomatis memperpanjang sejarah Persib belum pernah mampu meraih trofi tertinggi saat kompetisi digelar memakai format satu wilayah.

Dalam lemari trofi milik Persib, mereka pernah juara Perserikatan sebanyak 5 kali, kemudian 1 kali juara Liga Indonesia, dan 1 kali juara ISL. Dan, menariknya semua itu diraih saat kompetisi digelar memakai format minimal dua wilayah.

Catatan itu tentu saja menjadi pekerjaan rumah buat Persib, untuk bisa meraih gelar juara saat kompetisi diselenggarakan memakai format satu wilayah. Sebab, kompetisi dengan format satu wilayah, meski gengsinya tidak kalah dengan minimal dua wilayah, tetap akan memberi kepuasan tersendiri.

Sebab, kompetisi dengan satu wilayah berarti semua tim di kasta tertinggi saling bertemu. Konsistensi dan kemampuan menghadapi tim yang berbeda menjadi tantangan yang besar.

Oleh karena itu musim depan Persib bertekad memperbaiki skuatnya. Termasuk dalam jajaran pelatih. Langkah awal sudah dilakukan Persib dengan tidak mengambil opsi perpanjangan kontrak buat Mario Gomez.

Kini, Persib sedang mencari sosok pelatih baru. Tentu saja yang diharapkan mampu untuk membawa gelar juara di kompetisi format satu wilayah. ***

wwwwww