Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
15 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
12 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
13 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
17 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
11 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
6
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
23 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Home  /  Berita  /  Badminton

Nenek, Ibu dan Anak Warga Kabupaten Gowa Tewas Tertimbun Longsor Ditemukan Berpelukan

Nenek, Ibu dan Anak Warga Kabupaten Gowa Tewas Tertimbun Longsor Ditemukan Berpelukan
Rabu, 23 Januari 2019 21:26 WIB
MAKASSAR - Seorang nenek dengan usia yang sudah sepuh bersama anak, ibu dari cucunya yang masih berusia dua tahun, warga Dusun Pattiro, Desa Pattalikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulsel ditemukan tewas tertimbun longsor dalam kondisi ketiganya berpelukan.

Kepala Humas Basarnas Makassar, Hamsidar yang dikonfirmasi, Rabu, (23/1) mengatakan, ketiga korban tersebut ditemukan tim SAR gabungan sekitar pukul 16.00 Wita. Mereka adalah Daeng Sada (65), Lina, (29) dan anaknya, Ulfa, (2).

"Tiga mayat korban ini ditemukan di bagian dapur rumahnya yang tertimbun material longsor, dalam keadaan berpelukan," kata Hamsidar.

Sebelum tiga korban ini, kata Kepala Humas Basarnas Makassar yang akrab disapa Ade, ditemukan dua korban lainnya. Yakni anak-anak bernama Yuni (11) dan Nurkifayah (21).

"Proses pencarian dan evakuasi korban longsor di daerah menggunakan alat berat satu unit excavator," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprop Sulsel, Devo Kadafi, menjelaskan daerah-daerah di Sulsel yang terkena dampak banjir ada 10 kabupaten. Masing-masing Kabupaten Gowa, Makassar, Soppeng, Jeneponto, Barru, Wajo, Maros, Bantaeng, Sidrap dan Pangkep.

"Bencana tahun ini berupa banjir dan longsor. Akibatnya ada beberapa warga yang meninggal dunia, hilang, luka dan dievakuasi. Jumlah pengungsi dari daerah-daerah itu hingga posisi sore ini ada sebanyak 3.321 jiwa," kata Devo.

Adapun jumlah warg yang meninggal dunia, lanjut Devo, datanya belum semua masuk. Namun sementara ini ada sebanyak sembilan orang.

Adapun kerugian material antara lain berupa rumah-rumah warga, fasilitas agama dan sekolah-sekolah.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:merdeka.com
Kategori:Sulawesi Selatan, Voli, Olympic, Badminton
wwwwww