Loading...    
           

Tuding Korban Banjir Sulsel Bersandiwara, Kubu Prabowo Minta Hasto Tobat & Minta Maaf

Tuding Korban Banjir Sulsel Bersandiwara, Kubu Prabowo Minta Hasto Tobat & Minta Maaf
Rabu, 30 Januari 2019 18:08 WIB
JAKARTA  - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade mengaku geram dengan sikap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang menyebut pria korban banjir di Makassar dengan badan penuh lumpur hanya sandiwara semata. Menurutnya, Hasto tak punya sikap empati terhadap korban bencana alam.

"Saya tidak habis pikir. Itu Hasto hatinya terbuat dari apa? Korban bencana bukan dibantu malah dituduh bersandiwara," katanya kepada wartawan, Rabu (30/1).

Oleh karenanya, Andre meminta kader banteng moncong putih tersebut segera bertobat dan meminta maaf kepada seluruh korban bencana alam di Makassar.

"Saya hanya ingin mengingatkan kepada Hasto. Segeralah bertobat dan minta maaf. Jangan sampai dia malah nanti kena karma karena tuduhannya kepada korban bencana," tegasnya.

Politikus Partai Gerindra tersebut berpesan supaya masyarakat semakin peka terhadap kondisi sosial yang terjadi.

"Jangan dicontoh sikap Hasto. Kalau berbalik Hasto yang kena musibah, saya janji akan membantu atau berempati kepadanya. Tapi tetap saya doakan semua baik-baik saja," tandas Caleg DPR RI Dapil Sumatera Barat itu.

Sandiaga Uno beberapa hari lalu mengunjungi korban banjir di Kecamatan Tamalate, Kelurahan Mangasa, Makasar Sulawesi Selatan, Sabtu (26/1) lalu. Sandi terlihat menyapa salah satu korban banjir yang berlumuran lumpur.

Foto tersebut menjadi viral di media sosial karena hanya bagian depannya saja yang terkena lumur, sedangkan bagian belakang pria tersebut bersih. Akibatnya muncul tagar #KembaliSandiwaraUno.

Tim Kampanye Nasional Jokowi- Ma'ruf Amin menyindir peristiwa ini bagian dari sandiawara jilid II yang dilakukan Sandiaga Uno. "Dari laporan yang kami terima yang di Makassar itu adalah Sandiwara Uno. Rakyat akan melihat mana yang tangisan beneran mana lumpur kerja keras dan mana lumpur polesan itu rakyat melihat jadi politik panggung sandiwara banyak diciptakan," kata Sekretaris TKN Hasto Kristianto.

Hasto mengatakan sebagai seorang pemimpin seharusnya menyampaikan hal positif kepada rakyat, bukan sebaliknya yang lebih suka melakukan sandiwara untuk menarik simpati warga. "Kami tidak suka playing victim itu bukan model kami. Tapi hati kami selalu terbuka mendengar jeritan rakyat," jelas Hasto.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Umum, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan

       
        Loading...    
           
wwwwww