Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
9 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Badminton

Anak Tega Bunuh Ayah Kandung Ternyata Pecandu Narkoba

Anak Tega Bunuh Ayah Kandung Ternyata Pecandu Narkoba
Ilustrasi.
Kamis, 31 Januari 2019 22:33 WIB
Penulis: C. Karundeng
JAKARTA - Seorang Pria pemuda berinisial PI (24) gelap mata hingga membunuh bapak kandungnya sendiri.

Padahal hanya gara-gara masalah sepele, yakni PI tak terima ditegur bapaknya.

Kapolsek Cengkareng Kompol Khoiri mengatakan peristiwa ini terjadi pada Selasa (29/1) sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Kapuk Sawah RT 10/12, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Peristiwa bermula saat PI terlibat cekcok dengan temannya, Udin.

"Pelaku bersama saksi bernama Udin dan Yudi berada di pos RT 11/12 sedang minum minuman keras (miras) jenis anggur Orang Tua. Sambil minum anggur, pelaku membantu Udin servis TV milik saksi Joyo yang rumahnya ada di depan pos RT 11/12," kata Khoiri menjelaskan saat press conference Di polres metro jakarta barat, kamis (31/1/2019).

Menjelang magrib, PI tiba-tiba mengeluh ke Udin. "Kalau nyervis yang bener dong, lihat-lihat orang," kata Khoiri menirukan omongan PI.

Udin yang tidak terima atas ucapan PI membalas dengan makian. Dia juga menoyor kepala dan menendang PI.

"Pelaku yang mendapat perlakuan dari Udin hanya diam saja tanpa perlawanan," ucap Khoiri.

Kemudian datang bapak kandung PI, Abdurachman bin H Sadin (60). Abdurachman menegur PI saat tahu anaknya itu tengah minum miras.

Setelah itu Abdurachman berjalan pulang. PI menyusul dan langsung menemui bapaknya yang sedang ada di dapur rumah.

PI merasa kesal karena bapaknya malah membela Udin. Dia lalu melampiaskan emosinya dengan membacok bapaknya menggunakan celurit.

"Sesampainya di rumah, pelaku yang tak terima ditegur korban, lalu mencari korban yang sedang berada di dapur. Selanjutnya pelaku mengatakan 'Kok Bapak belain orang lain bukan belain anak sendiri'. Lalu dijawab oleh korban dengan mengatakan 'Sama aja kalian berdua juga'," tuturnya.

"Pelaku yang tak terima jawaban dari korban langsung mengambil senjata tajam jenis celurit dan langsung mengayunkan celurit satu kali ke arah korban," sambung Khoiri.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong. Saat dilakukan pemeriksaan ternyata pelaku PL ini positif menggunakan Narkoba jenis Sabu.

"Dari keterangannya, pelaku menggunakan narkoba jenis sabu sudah 6 bulan," tutur Khoiri.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww