Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
15 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
12 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
11 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
17 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
7 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Ini Alasan Komunitas KTM Tolak Usulan Motor Masuk Tol

Ini Alasan Komunitas KTM Tolak Usulan Motor Masuk Tol
Ilustrasi. (istimewa)
Senin, 04 Februari 2019 13:28 WIB
JAKARTA - Ketua Umum Komunitas KTM Owner Community Indonesia (KOCI) Alfriandy meniai kesadaran berlalu lintas masyakarat pengguna motor masih kurang.

Hal itu pula yang menjadi alasan komunitas KTM menolak motor masuk tol.

"Jadi kami lebih baik tidak usah diberlakukan, sampai tingkat kesadaran masyarakat benar-benar berubah," kata pria yang akrab disapa Alf.

Jika benar motor masuk tol direalisasikan, lanjut Alf, peraturannya harus dibuat lebih ketat.

"Pribadinya tuh kadang-kadang tidak peduli, yang penting bisa masuk jalur bebas hambatan," tambah Alf.

Lebih jauh diungkapkan Alf, pihaknya lebih mendukung pemerintah memperketat peraturan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) berdasarkan CC. "Karena cc 250 ke atas yang saya tahu nanti harus pakai SIM C1. Terus 1.000 ke atas C2," ujar Alf.

Alf juga menginginkan pemerintah harus memperketat regulasi, terutama SIM. "Saya setujunya kalau motor 250 cc ke atas. Kalau di bawah 250 cc, nanti enggak bisa sekencang mobil kecepatannya," pungkas Alf.

Sebelumnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo meminta adanya jalur khusus untuk motor di jalan tol.

Namun berbagai kalangan banyak yang menolak mulai dari masyarakat, polisi hingga komunitas motor.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:JPNN.com
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww