Bamsoet Dorong Keselamatan Berkendara sebagai Budaya

Bamsoet Dorong Keselamatan Berkendara sebagai Budaya
Minggu, 17 Maret 2019 15:29 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet meminta para bikers menjadikan keselamatan berkendara sebagai budaya. Bamsoet, menyoroti tingginya angka kecelakaan yang melibatkan roda dua.

"Global Road Safety Partnership (GRSP) mencatat, dari 104 juta kendaraan yang terdaftar di Indonesia, 34 persen diantaranya merupakan sepeda motor. Sekitar 35 persen kecelekaan yang terjadi setiap tahunnya di Indonesia, selalu melibatkan pengendara sepeda motor," ujar Bamsoet saat menghadiri Safety and Skill Precision Riding Clinic oleh Harley Owners Group di Halaman Gedung DPR RI, Jakarta, Minggu (17/03/2019).

Ia juga mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia, World Health Organization (WHO); setiap tahunnya, tak kurang dari 1,3 juta orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan lebih dari setengahnya adalah pengendara sepeda motor.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tanggal 10 Mei 2010, kata Bamsoet, juga telah mengeluarkan resolusi A/RES/64/255 yang menyatakan periode 2011-2020 sebagai The Decade of Action for Road Safety (Dekade Aksi Keselamatan Jalan).

Dalam Sustainable Development Goals 2030 (SDGs 2030) juga menegaskan bahwa keselamatan jalan adalah prasyarat untuk memastikan kehidupan yang sehat, meningkatkan kesejahteraan dan membuat kota menjadi lebih inklusif.

Hadir dalam acara tersebut Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Direktur Harley Owners Group Jakarta Chapter Tito Sulistio, serta para anggota komunitas motor lainnya. 

Sebagai Dewan Pembina Motor Besar Indonesia, Bamsoet mengingatkan bahwa keselamatan berlalu lintas tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja, perlu adanya dukungan dari dunia usaha dan masyarakat sipil. Seperti yang hari ini ditunjukan Harley Owners Group dalam membuat Safety and Skill Precision Riding Clinic.

"Semakin banyak komunitas motor yang membuat acara seperti ini, akan semakin bagus untuk menanamkan nilai-nilai keselamatan menjadi nilai kehidupan. Kesadaran mengenai keselamatan tak hanya dipaksakan, melainkan harus menjadi budaya," tegas Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila itu.

Legislator Partai Golkar Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini menambahkan, meningkatkan keselamatan berkendara tidak hanya terletak pada menurunkan tingkat kecelakaan saja. Melainkan lebih luas dari itu, yakni menciptakan lingkungan jalan raya yang aman dan nyaman demi kemaslahatan bersama.

"Perangkat peraturan sudah dibuat melalui UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sosialisasi keselamatan lalu lintas oleh Polri melalui Millenial Road Safety Festival maupun oleh para komunitas motor juga sudah dilakukan. Dengan begitu banyaknya kampanye keselamatan berlalu lintas, mudah-mudahan kesadaran keselamatan berkendara bisa berhasil ditumbuhkan," pungkas Bamsoet.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww