Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
9 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
3
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
8 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
9 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Bamsoet Dorong Bawaslu Penuhi Kebutuhan TPS akan Pengawas

Bamsoet Dorong Bawaslu Penuhi Kebutuhan TPS akan Pengawas
Ilustrasi.
Jum'at, 12 April 2019 19:25 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfikar
JAKARTA - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo alias Bamsoet mendorong Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI untuk dapat memastikan seluruh TPS memiliki personel pengawasan yang lengkap.

"(Bawaslu bisa, red) meminta kepada seluruh Partai Politik (Parpol) agar dapat menugaskan pengawasnya di TPS-TPS, terutama di TPS yang belum atau minim jumlah pengawasnya," kata Bamsoet dalam rilisnya, Jumat (12/02/2019).

Pernyataan Bamsoet ini, menyusul masih kurangnya jumlah pengawas TPS di Papua dan Papua Barat. Setidaknya, begitu kata Bamsoet.

Terpisah, Bawaslu RI juga mengungkap kurangnya jumlah personel pengawas pemilu, tapi bukan soal Papua dan Papua Barat.

"Memang potensi kerawanan yang kita identifikasi yang paling susah dijangkau oleh jumlah pengawas yang terbatas, surat suara dengan pos," kata Komisioner Bawaslu, Muhammad Afifudin, Jumat (12/04/2019) saat menanggapi persoalan temuan diduga surat suara Pemilu RI di Malaysia yang sudah tercoblos.

Perhatian Bamsoet soal pengawasan Pemilu di Papua dan Papia Barat, bisa jadi tak lepas dari tingginya tingkat kerawanan di dua provinsi itu.

Jika berdasar pada Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang dirilis Bawaslu RI pada Selasa (09/04/2019) lalu, Papua adalah provinsi dengan skor IKP paling tinggi dengan skor 55,08 yang tersebar di 29 kabupaten/kotanya.

Disusul oleh Aceh (50,27), Sumatera Barat (51,72), Kepulauan Riau (50,12), Jambi (50,17), Bengkulu (50,37), Banten (51,25), Jawa Barat (52,11), dan Jawa Tengah (51,14). ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww