Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
8 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
8 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
10 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
10 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
10 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
Awan Tebal Menghampiri Jakarta, BMKG Prediksi Hujan Turun pada Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton

Persoalan Pemilu di Malaysia, Fahri Sebut KPU Tak Punya Power

Persoalan Pemilu di Malaysia, Fahri Sebut KPU Tak Punya Power
Fahri Hamzah saat kegiatan di Bogor. (Zul/GoNews.co)
Rabu, 17 April 2019 01:11 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
BOGOR - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai, tercoblosnya surat suara di Malaysia menjadi bukti kelemahan desain Pemilu Indonesia yang tengah berlangsung saat ini.

"Sistem kita ini lubang. Membuat peluang-peluangnya banyak, ini harus ditutup. Tapi yang terakhir yang kita minta, tolong semua pihak jangan ada kecurangan, dan KPU transparan, terbuka, ngomong apa adanya," ujar Fahri di Hambalang, Bogor, Selasa (16/04/2019).

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyatakan, masih menunggu hasil investigasi Polisi Diraja Malaysia untuk dapat menentukan langkah selanjutnya.

"Kalau itu dianggap peristiwa hukum ya kita tunggu saja (hasil investigasi Polisi Diraja Malaysia, red)," kata Komisioner KPU Rai, Hasyim As'ari di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/04/2019).

Sikap KPU yang demikian, lantas diinsinuasi Fahri bahwa KPU dalam keadaan lemah. Dan ini berdampak buruk pada hasil Pemilu 2019.

"Justru dugaan saya ini non KPU yang bergerak. Karena itulah saya kira KPU ini gak kuat, dia gak punya power, sehingga orang ragu semua dengan hasil pemilu," ujar Fahri.

Diketahui, pada Kamis (11/04/2019), publik dikejutkan oleh video yang diduga surat suara pemilu tercoblos di Selangor, Malaysia. Disebutkan dalam video yang beredar daring itu, surat suara itu tercoblos untuk pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Maruf dan caleg Partai Nasdem, Davin Kirana.

Ada sekitar tiga video yang beredar. Seluruh video menggambarkan situasi penemuan kantong yang berisi surat suara oleh sejumlah warga di Bandar Baru Bangi, Taman Universiti Bangi, Selangor, Malaysia.

KPU pun telah mengirim tim ke Malaysia untuk menkonfirmasi berbagai kabar. Diantara yang berangkat adalah Hasyim Asy'ari. Namun hingga kembalinya ke tanah air, Hasyim mengaku tak bisa menggali banyak data dan memilih memunggu hasil penyelidikan polisi diraja malaysia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww