Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
17 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
14 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
13 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
19 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
9 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
9 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Badminton

Ceramahi Bawaslu, Ustaz Sambo: Jangan Takut Ancaman, di Rezim Ini Siapa Sih yang Enggak Diancam?

Ceramahi Bawaslu, Ustaz Sambo: Jangan Takut Ancaman, di Rezim Ini Siapa Sih yang Enggak Diancam?
Selasa, 30 April 2019 16:18 WIB
JAKARTA - Perwakilan massa aksi yang melakukan protes di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diterima oleh perwakilan Bawaslu untuk menyampaikan tuntutan langsung.

Perwakilan yang diterima antara lain Syahganda Nainggolan, Ustaz Sambo dan Ahmad Yani.

Saat menyampaikan tuntutan, Ustaz Sambo meminta agar Bawaslu ikut berbuat nyata dalam menyikapi kecurangan Pemilu serentak 2019 yang masif.

"Jangan takut, kami tahu ancaman-ancaman itu pasti ada, di rezim ini siapa sih yang tidak diancam jika besebrangan," kata Sambo saat audiensi di Gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa (30/4).

Selain itu, dia berharap agar Bawaslu menggunakan kewenangan yang dimiliki untuk memutuskan bahwa Pemilu kali ini tidak sah lantaran banyaknya kecurangan yang terstruktur, sistemik dan massif.

"Harapan kami gunakan wewenangnya, kami tidak akan ke MK, karena percuma. Poeple power adalah pilihan yang niscaya," pungkas sang ustaz.

Massa aksi kali ini diikuti ratusan peserta dari Komando Barisan Rakyat Lawan Pemilu Curang (Kobarkan Perang) dan dan Brigade 08.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:rmol.co
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww