Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
13 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
13 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
11 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
6 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Home  /  Berita  /  Badminton

Biadab... Polisi Injak-injak Wartawan di MayDay Bandung

Biadab... Polisi Injak-injak Wartawan di MayDay Bandung
Ilustrasi. (CNNIndonesia.com)
Rabu, 01 Mei 2019 20:42 WIB
JAKARTA - Dua wartawan yakni fotografer media Tempo Prima Mulia dan jurnalis freelance Iqbal Kusumadireza diduga dipukul oleh polisi saat sedang meliput peringatan hari buruh internasional yang berpusat di Gedung Sate, Bandung.

Reza mengungkapkan sekitar pukul 11.30 WIB, ia dan Prima berkeliling sekitar Gedung Sate untuk memantau kondisi pergerakan massa buruh yang akan berkumpul di Gedung Sate.

Saat tiba di Jalan Singaperbangsa, sekitar Dipatiukur, Bandung mereka melihat ada keributan antara polisi dengan massa yang didominasi berbaju hitam-hitam. Mereka juga mengaku melihat massa berbaju hitam tersebut dipukuli oleh polisi.

Melihat kejadian tersebut, keduanya langsung membidikkan kamera ke arah kejadian tersebut. Setelah pindah lokasi untuk mengabadikan gambar yang lain, Reza mengaku dipiting oleh seorang anggota polisi.

Menurut Reza polisi tersebut dari satuan Tim Prabu Polrestabes Bandung. Anggota Tim Prabu itu menggunakan sepeda motor Klx berplat nomor D 5001 TBS.

"Saya dibentak dan ditanya 'dari mana kamu?'. Saya jawab 'wartawan' dan menunjukkan ID pers," kata Reza lewat keterangan tertulis, Rabu (1/5).

Polisi tersebut, kata Reza, malah mengambil kamera yang ia pegang sambil menginjak lutut dan tulang kering kaki kanannya berkali-kali. Kaki kanan Reza pun mengalami luka dan memar.

"Sebelum kamera diambil juga udah ditendang-tendang. Saya mempertahankan kamera saya. Sambil bilang saya jurnalis," kata Reza.

Setelah menguasai kamera Reza, polisi tersebut menghapus sejumlah gambar yang sudah diabadikan Reza.

Prima Mulia mengalami hal yang sama. Hanya saja, Prima tidak mendapat kekerasan fisik dari polisi. Prima mengaku disekap oleh tiga orang polisi. Dia diancam dan foto-fotonya dihapus.

"Salah satu polisi itu nanya 'Mau diabisin?'" kata Prima.

Menurut Prima ia berhasil mengabadikan momen saat polisi menangkap demonstran sambil dihajar. Beberapa wartawan juga dicegat agar tidak bisa masuk ke area kerusuhan oleh polisi. Polisi juga sempat menembak senjata ke udara berkali-kali.

"Saat mengambil gambar itulah saya ditangkap tiga orang polisi preman sambil mengancam dan minta gambar dihapus. Dari situ saya liat Reza mengalami kekerasan fisik sampai jatuh. Semua file foto dihapus," kata Prima.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CnnIndonesia.com
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Voli, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww