Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
12 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
11 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
11 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
10 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton

Sayangkan Adanya Kekerasan terhadap Jurnalis saat May Day, Sandiaga: Mesti Ditindaklanjuti

Sayangkan Adanya Kekerasan terhadap Jurnalis saat May Day, Sandiaga: Mesti Ditindaklanjuti
Rabu, 01 Mei 2019 20:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PADANG – Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno mengatakan pihaknya sangat menyayangkan adanya dugaan kekerasan terhadap dua orang wartawan yang tengah meliput demo buruh di Bandung pada perayaan hari buruh (May Day), Rabu (1/5/2019).

"Kalau kekerasan apalagi terhadap wartawan (yang sedang melaksanakan tugas liputan) kami sangat menyayangkan. Wartawan pilar ke empat dari demokrasi dan kita ingin memastikan tidak boleh ada kekerasan kepada mereka," ujar Sandi Uno usai memberikan arahan pada pelatihan OK-OCE untuk generasi milenial di sebuah kafe di Padang, Sumatera Barat, Rabu.

Ia minta kepada semua pihak untuk memastikan proses dan kegiatan liputan agar dilindungi dengan sebaik-baiknya. "Ada kekerasan terhadap wartawan mestinya ditindaklanjuti dan jangan dibiarkan," ujarnya.

Dua wartawan yakni fotografer media Tempo Prima Mulia dan jurnalis Iqbal Kusumadireza diduga dikasari oleh aparat saat sedang meliput peringatan hari buruh internasional yang berpusat di Gedung Sate, Bandung. Hasil jepretan mereka juga dihapus paksa.***

wwwwww