Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
9 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Badminton

Tuntut Pemilu Jurdil, Emak-emak Geruduk Kantor Bawaslu

Tuntut Pemilu Jurdil, Emak-emak Geruduk Kantor Bawaslu
Kamis, 02 Mei 2019 15:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ratusan emak-emak hari ini mendatangi Kantor Bawaslu Lampung di Thamrin Jakarta, Kamis (02/4/2019)

Menurut mereka, proses pemilu yang kini telah memasuki tahap pleno penghitungan suara sangat diwarnai praktek kecurangan. Diawali sejak tahap pengitungan blangko C1 plano (di TPS-TPS) hingga ketahap pleno di kabupaten.

Sejumlah emak-emak dengan lantang menyuarakan aspirasi mereka dengan mengadukan banyak kecurangan di wilayahnya.

Dalam orasinya, sejumlah emak-emak mengatakan, pihaknya menuntut pihak Bawaslu untuk menjalankan fungsinya dan bekerja sesuai amanah rakyat yang diberikan.

"Revolusi emak-emak hari ini akan tercatat bertahun tahun kedepan karena kita berjuang di jalan kebenaran dan keadilan yang harus dijalankan. Kami bersama emak-emak juga menuntut untuk bersikap profesional dalam bertugas,".

Emak-emak ini juga menuntut, agar penegakkan kebenaran dengan menegakkan keadilan serta mendesak KPU tidak berbuat curang.

"Sekarang rakyat sudah paham dengan kondisi ini jadi Kita minta keadilan dengan cara baik-baik dan sesuai aturan yang tidak diabaikan. Jika tidak maka emak-emak siap berperang turun ke jalan dengan membawa peralatan dapur,".***

wwwwww