Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
11 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
9 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
10 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
9 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
13 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Badminton

Fahri Hamzah jadi Saksi Kasus Hoax Ratna Sarumpeat

Fahri Hamzah jadi Saksi Kasus Hoax Ratna Sarumpeat
Selasa, 07 Mei 2019 14:25 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menjadi saksi meringankan untuk aktifis perempuan Ratna Saumpaet, tersangka kasus penyebaran berita bohong atau hoaxs di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2019).

Usai memberikan kesaksiannya, Fahri saat ditanya awak media justru mengaku kagum ketika Ratna Sarumpaet berani mengakui kebohongannya. Karena banyak orang berbohong, tetapi justru meneruskan kebohongannya agar tidak diketahui.

"Saya yang telepon diterima, saya tidak tahu (yang angkat telepon) orang di rumahnya. Saya minta bicara. Di situ dia (Ratna) bilang, Fahri saya minta maaf, saya telah berbohong, dan saya akan konferensi pers. Ya sudah. Saya kagum di situ," bebernya.

Makanya, Fahri mengaku kagum dengan Ratna Saumpaet yang mengakui kebohongannya itu dan mengorbankan reputsai yang selama ini telah dibangunnya.

"Bisa orang menelan kebohongannya kan luar biasa. Banyak orang bohong dia teruskan kebohongannya. Artinya dia kan mengorbankan reputasinya sebagai orang yang membangun reputasinya," ujar inisiator Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) itu lagi.

Terkait kesaksiannya dipersidangan, Fahri mengatakan kalau dirinya hanya menyampaikan apa yang diketahui, dialami dan didengarnya terkait kasus berita bohong Ratna, dalam persidangan.

"Bagus (jalannya persidangan). Artinya, saya punya pendapat pribadi, tetapi itu bukan ruangnya ya. Yang saya sudah sampaikan adalah posisi saya terhadap peristiwa, apa yang saya alami, saya lihat, saya rasakan sudah saya sampaikan. Bagi saya Bu Ratna sudah menelan bahwa dia bohong dan dia sudah minta maaf. Ya sudah selesai," ungkapnya.

Menyoal apakah kecewa atas kebohongan Ratna, Fahri menyampaikan, itu hal biasa. Yang tidak boleh bohong itu, kata dia adalah pejabat publik karena dia bisa kena delik kebohongan publik.

"Tapi pejabat publik juga berbohong kok. Sudahlah kita ini terlalu kayak suci gitu loh. Kita ini bohong hari-hari," ucapnya.

Ihwal apakah kebohongan Ratna berdampak kepada keonaran, Fahri menuturkan kasusnya sudah selesai ketika Ratna mengakui kebohongannya. Lagi pula, tidak ada pihak yang dirugikan dengan kebohongan Ratna itu.

"Tidak ada yang dirugikan. Siapa yang dirugikan?. Lagi pula dia sudah telan, dan sudah bilang mengakui. Dua hari kan cuma itu meledak, sudah selesai kok. Apalagi?" tegas Fahri seraya berharap setelah kasus ini berakhir, Ratna bisa terus berkarya dan tetap kritis.***

wwwwww