Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
9 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
8 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
9 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
12 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Badminton

Wiranto Ancam Tutup Media, Fahri Hamzah: Jangan Bungkam Kebebasan Bersuara!

Wiranto Ancam Tutup Media, Fahri Hamzah: Jangan Bungkam Kebebasan Bersuara!
Fahri Hamzah saat diundang berbuka bersama dengan Jokowi. (dok. Fahri Hamzah)
Selasa, 07 Mei 2019 01:00 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyentil Menko Polhukam Wiranto yang mengancam menutup media dan akun medsos yang berpotensi mengancam keamanan nasional. Menurut Fahri, kebebasan berpendapat di negara demokrasi adalah harga mati.

"Jadi begini teorinya itu. Kebebasan ini harga mati. Kapasitas pemerintahlah yang harus kita disesuaikan denga kebebasan masyarakat," beber Fahri di Istana Merdeka usai buka puasa dengan Presiden Jokowi, Senin (6/5).

Fahri menjelaskan, kebebasan berpendapat masyarakat, seperti halnya banyak di negara maju akan menghasilkan kebaikan.

"Masyarakat bebas itu hasilnya Amerika, Eropa, itu masyarakat bebas semua, itu hasilnya baik, positif. Jadi ini mesti dijaga. Kapasitas pemerintah untuk mengelola kebebasan itu yang perlu diperbaki," kata Fahri.

Fahri meminta pemerintah tak panik karena masyarakat yang bebas berpendapat menyuarakan isi hatinya.

"Jangan kemudian pemerintahnya gelagapan, panik, lalu kemudian kebebasannya mau ditutup, itu salah. Cara berpikirnya terbalik. Justru kapasitas pemerintah mengelola kebebasan itu yang harus diperbaiki," urai dia.

"Dan menurut saya kebebasan masih fine-fine saja. Tokoh-tokoh yang ngomong jawab dong, jangan panik. Masa segini banyak orang di pemerintahan jago-jago dapat gaji, dapat mobil dinas, nggak bisa menjawab, enggak bisa menjelaskan ke media apa yang bisa bikin tenang di masyarakat. Janga berlebihanlah," kata Fahri.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:KUMPARAN.COM
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww