Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
8 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
7 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
7 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
11 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
7 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Badminton

Kumpulkan Media Asing, Prabowo Minta Kecurangan Pemilu di Indonesia Disampaikan ke Seluruh Dunia

Kumpulkan Media Asing, Prabowo Minta Kecurangan Pemilu di Indonesia Disampaikan ke Seluruh Dunia
Pertemuan Prabowo-Sandi dengan sejumlah media asing. (dok.BPN)
Selasa, 07 Mei 2019 00:55 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Capres Prabowo Subianto mengundang media internasional untuk berdialog tentang masalah pemilu. Dalam pertemuan itu, Prabowo meminta agar dugaan kecurangan pemilu di Indonesia disampaikan kepada warga di segala penjuru dunia.

"Pada intinya, kami mencoba menjelaskan kepada warga dunia dan Indonesia, tentunya, bahwa kami mengalami pemilu dengan aksi kecurangan yang terbuka dan terbukti melenceng dari norma demokrasi," ucap Prabowo dalam siaran pers BPN, Senin (6/5/2019).

Dalam kesempatan tersebut, capres yang berpasangan dengan Sandiaga Salahuddin Uno itu menuding kecurangan masif terlihat dari pemberdayaan aparat kepolisian di pemilu yang disebutnya secara terang-terangan dan institusi pemerintahan, seperti badan intelijen. Selain itu, pihaknya menyampaikan dugaan surat suara tercoblos sebelum pemilu dimulai, seperti di Malaysia.

"Dan hal ini semua sudah banyak dibicarakan, memberi kami bukti, mereka adalah badan penegak hukum. Kami memiliki banyak bukti dan laporan. Kecurangan surat suara seperti surat suara yang sudah dicoblos sebelum pemilu, misalnya yang ditemukan di Malaysia, dan berikutnya hal-hal lain," jelasnya.

Prabowo juga menjelaskan, pihaknya memiliki beberapa ahli yang akan memberikan paparan teknisnya. Pada dasarnya, ia beserta BPN sangat menyayangkan hal ini. Sebab, Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, dan bangsa Indonesia memilih demokrasi pada 1998.

"Saya akan bicara apa yang sering saya bicarakan di muka umum dan TV bahwa demokrasi adalah satu-satunya sistem di sejarah peradaban sampai sekarang yang dapat melaksanakan pergantian kekuasaan dengan damai dibandingkan dengan sistem-sistem lain," ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut di antaranya calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Djoko Santoso, Direktur Kampanye BPN Sugiono, Direktur Luar Negeri BPN Irawan Ronodipuro, Direktur Materi dan Debat BPN Sudirman Said, tokoh ekonomi Rizal Ramli, serta anggota Dewan Pembina BPN Amien Rais.***

wwwwww