Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Oknum Polisi Perkosa Gadis Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Bukan Anggota Lapangan
Hukum
22 jam yang lalu
Oknum Polisi Perkosa Gadis Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Bukan Anggota Lapangan
2
Ketua DPD Diminta Hadiri Peresmian Gelar Pangeran LaNyalla Mahmud Mattalitti Hardonagoro
DPD RI
5 jam yang lalu
Ketua DPD Diminta Hadiri Peresmian Gelar Pangeran LaNyalla Mahmud Mattalitti Hardonagoro
3
Gerindra Umumkan 12 Waketum: Habiburokhman Masuk, Poyuono Out
Politik
11 jam yang lalu
Gerindra Umumkan 12 Waketum: Habiburokhman Masuk, Poyuono Out
4
DPP Demokrat Ikhlas jika Pilkada Ditunda, Tapi Ini Syaratnya
Politik
10 jam yang lalu
DPP Demokrat Ikhlas jika Pilkada Ditunda, Tapi Ini Syaratnya
5
Nggak Pakai Helm, Cewek SMP Diperkosa Oknum Polantas sebagai Ganti Tilang
Peristiwa
22 jam yang lalu
Nggak Pakai Helm, Cewek SMP Diperkosa Oknum Polantas sebagai Ganti Tilang
6
Tak Pakai Masker Diborgol, Warga ke Petugas: Saya Gak Kapok, Ingat Kalian Jangan Lupa Solat!
Peristiwa
22 jam yang lalu
Tak Pakai Masker Diborgol, Warga ke Petugas: Saya Gak Kapok, Ingat Kalian Jangan Lupa Solat!
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Komisi X DPR Dorong Pemerintah Buat Terobosan Atasi Mahalnya Tiket Pesawat

Komisi X DPR Dorong Pemerintah Buat Terobosan Atasi Mahalnya Tiket Pesawat
Rabu, 08 Mei 2019 19:05 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kenaikan harga tiket pesawat selama setahun terakhir akan memberi dampak ke berbagai sektor seperti pariwisata, perhotelan termasuk ekonomi kreatif yang tersebar di sejumlah daerah. Pemerintah harus buat terobosan konkret.

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengatakan, pemerintah harus membuat terobosan konkret atas persoalan mahalnya tiket pesawat di tanah air. Menurut Anang, dampak turunan atas kenaikan harga tiket pesawat merembet ke sejumlah sektor.

"Paling nyata dirasakan terjadi di sektor pariwisata, perhotelan, dan ekonomi kreatif," ucap Anang di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu (8/5/2019).

Musisi asal Jember ini menyebutkan rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal Mei mengungkapkan terdapat penurunan penumpang pesawat sebesar 1,7 juta penumpang dalam kurun satu tahun terakhir. Menurut dia, situasi tersebut akan memberi dampak konkret bagi industri pariwisata di Tanah Air. "Penurunan penumpang pesawat cukup drastis. Ini memberi dampak penurunan jumlah wisatawan di tanah air," tandasnya.

Anang menambahkan situasi semakin krusial di saat momentum jelang mudik lebaran dan liburan anak sekolah yang jatuh pada akhir Mei dan awal Juni. Kendati demikian, Anang menyebutkan masyarakat memiliki opsi penggunaan moda transportasi selain pesawat.

"Karena momentum mudik lebaran ke kampung halaman akan berdampak transfer ekonomi dari kota ke desa baik melalui sektor wisata, kuliner dan sektor kreatif lainnya," tambahnya.

Dia berharap pemerintah dapat membuat terobosan terkait persoalan harga tiket pesawat yang melambung tinggi. "Harus ada terobosan konkret untuk menurunkan harga tiket pesawat. Banyak sektor yang terdampak konkret atas kenaikan harga tiket pesawat ini," pungkasnya.***


wwwwww