Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
3 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
3 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
4
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
3 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
5
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
3 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
3 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

Sosialisasi Jokowi di Sumbar Sangat Gencar, Tapi Hasilnya Kalah Telak, Ada Apa?

Sosialisasi Jokowi di Sumbar Sangat Gencar, Tapi Hasilnya Kalah Telak, Ada Apa?
KPU Sumbar melakukan pleno rekapitulasi suara, Jumat (10/5/2019) di Hotel Pangeran Padang. (foto: Kompas.com/PERDANA PUTRA)
Selasa, 14 Mei 2019 10:34 WIB
PADANG - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumatera Barat Hendra Irwan Rahim mengaku pusing dengan hasil perolehan suara calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Sumbar.

Pada Pilpres 2014, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla mendapatkan 23,1 persen. Namun, di Pilpres 2019 suara Jokowi yang berpasangan dengan Ma'ruf Amin malah turun menjadi 14,1 persen.

"Saya pusing. Di mana salahnya Jokowi, apa yang tidak diperbuat Jokowi di Sumbar ini," kata Hendra seperti dilansir Kompas.com, Senin (13/5/2019).

Ketua DPD Golkar Sumbar itu menyebutkan, sosialisasi yang dilakukan Jokowi dan tim di Sumbar lebih gencar dibandingkan Pilpres 2014, tetapi hasilnya malah makin jeblok.

"Beberapa kali Jokowi mendatangi Sumbar, membangun Sumbar. Apa lagi yang kurang? Dukungan kepala daerah, dukungan ulama seperti Buya Masoed, Buya Shofwan, Buya Bagindo. Saya pikir semuanya sudah ada," kata Hendra.

Hendra menilai kekalahan telak Jokowi karena sebagian besar pemilih Sumbar tidak mengenal siapa calonnya sehingga memilih hanya berdasarkan ikut-ikutan saja.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Dr Asrinaldi, mengaku terkejut dengan hasil rekapitulasi suara yang menempatkan Jokowi-Ma'ruf Amin kalah telak dengan 14,1 persen.

"Hasil ini memang di luar prediksi banyak pihak karena sosialisasi Jokowi pada Pilpres 2019 ini lebih gencar dibandingkan 2014. Harusnya, suara Jokowi naik, tapi ini malah turun," kata Asrinaldi.

Asrinaldi mencontohkan, perhatian Jokowi ke Sumbar yang cukup besar. Kemudian, ditambah dengan dukungan sejumlah kepala daerah dan ulama-ulama besar Sumbar. Tapi nyatanya, hal itu, kata Asrinaldi, belum mampu mendongkrak perolehan suara Jokowi di Sumbar.

Peneliti dari Laboratorium Ilmu Politik (LIP) Unand ini mengatakan, hasil ini menunjukkan bahwa keinginan masyarakat Sumbar agar Prabowo jadi presiden sangat besar.

"Keinginan masyarakat Sumbar sangat besar, tapi secara nasional belum tentu. Masih menunggu keputusan KPU," katanya. ***

Editor:arie rh
Sumber:kompas.com
Kategori:Badminton, Metropolitan, Sumatera Barat
wwwwww