Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
22 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
2
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
22 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
3
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
20 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
4
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
21 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
18 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
6
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Ekonomi
22 jam yang lalu
‎Sarana Jaya Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Perusahaan
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Dari Malang Hadir Minyak Goreng Berbahan Ulat

Dari Malang Hadir Minyak Goreng Berbahan Ulat
Foto: bbcindonesia
Sabtu, 06 Juli 2019 20:18 WIB
JAKARTA - Para mahasiswa dari Universitas Brawijaya, Malang, telah memulai upaya-upaya ilmiah untuk membuat minyak goreng dari ulat. Bukan sembarang ulat yang digunakan, melainkan ulat Jerman yang merupakan telur dari kumbang.

Upaya ini, juga ditujukan untuk mengurangi pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit. Sebagai mana diketahui, kelapa sawit adalah bahan baku utama untuk minyak goreng selama ini. Demikian diberitakan bbcindonesia.

Tidak hanya minyak goreng, produk olahan lainnya seperti mentega juga diproduksi oleh para mahasiswa Malang dengan menggunakan ulat Jerman sebagai bahan baku.

Minyak goreng dari ulat Jerman ini, rencananya akan segera dikomersilkan, dan perusahaan-perusahaan di Eropa pun sudah siap jadi pembeli.

Pada 2016, tim mahasiswa yang tergabung dalam proyek Biteback, Insect Mineral Oil itu, meraih juara 2 dalam lomba teknologi ketersediaan pangan berkesinambungan, Thought for Food, yang digelar di Swiss.

Proyek ini bertujuan untuk mengurangi konsumsi minyak sawit yang sering dituduh sebagai penyebab kerusakan hutan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:BBC Indonesia
Kategori:Jawa Timur, DKI Jakarta, Lingkungan, Umum, Badminton
wwwwww