Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
11 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
13 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
7 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
4
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
9 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
7 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Home  /  Berita  /  Badminton

TIM Balikpapan Apresiasi Jokowi Terkait Ibu Kota Baru RI

TIM Balikpapan Apresiasi Jokowi Terkait Ibu Kota Baru RI
Selasa, 27 Agustus 2019 12:52 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Penetapan Ibukota baru pemerintahan, yang kemarin diumumkan oleh Presiden RI Joko Widodo, yakni Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur, mendapat respons positif dari banyak pihak.

Salah satunya, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Transforming Indonesia Movement (TIM) Balikpapan, Kevin Lemuel Kusuma. Dirinya mengatakan, apa yang sudah dilakukan Kepala Negara sangat tepat dan patut diapresiasi.

Akan tetapi, kata dia, kritis, solusi dan masukan-masukan harus tetap diberikan agar pembangunan ibukota yang ditaksir menghabiskan anggaran Rp 466 triliun, dan lahan seluas 180.000 hektare dapat dibangun cepat sesuai agenda.

"Apa yang sudah dilakukan Pak Jokowi sudah sangat tepat, dan perlu di apresiasi," kata Kevin kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Dirinya mengatakan, ada beberapa hal yang harus di perhatikan oleh Presiden Jokowi. Presiden, kata dia,  harus membentuk suatu badan lembaga yang akan menangani permasalahan pemindahan ibukota ini.

Hal ini diperlukan untuk koordinasi antar pihak terkait amdal, regulasi, infrastruktur untuk persiapan perpindahan ibukota.

Kevin mengatakan, perpindahan Ibukota ini dilakukan oleh Jokowi dikarenakan Indonesia terdiri dari banyak pulau. Justru dengan berpindahnya Ibukota ke Kaltim, dimudahkan untuk membangun sektor-sektor ekonomi yang baru, sehingga dalam waktu yang akan datang peningkatan sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan ekonomi meningkat.

"Jadi bukan hanya di Pulau Jawa saja, hal ini sesuai dengan sila kelima dari Pancasila yaitu 'Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia'," kata Kevin.

Dengan dipilihnya Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai ibukota baru, dan Samarinda serta Balikpapan sebagai penyangga, itu merupakan hal yang sangat strategis. Sebab, posisi ini berada di tengah-tengah Indonesia.

"Maka dalam hal pendistribusian arus logistik ke Timur Indonesia perlu di perhatikan ke depan, sehingga ke depannya pemerataan ekonomi dan pembangunan bukan hanya terjadi di Kalimantan, namun terjadi di sekitaran Pulau Sulawesi, Papua dan pulau-pulau di sekitaran Pulau Kalimantan," kata Kevin.***

wwwwww