Restorasi Gambut Diharapkan Mampu Cegah Karhutla Secara Berkelanjutan

Restorasi Gambut Diharapkan Mampu Cegah Karhutla Secara Berkelanjutan
Lokakarya Model Pencegahan Kebakaran dan Restorasi Gambut Berbasis Masyarakat.
Kamis, 29 Agustus 2019 11:41 WIB
Penulis: Ismail
BENGKALIS-Restorasi kawasan gambut yang terdegradasi di diharapkan mampu memberikan manfaat bagi semua, khususnya masyarakat yang berada di kawasan gambut itu sendiri. Termasuk upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi setiap tahunnya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Bengkalis diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Haholongan saat membuka acara Pembukaan Lokakarya Model Pencegahan Kebakaran dan Restorasi Gambut Berbasis Masyarakat di Kabupaten Bengkalis Menuju Riau Hijau Tahun 2019 di Lantai II Kantor Bupati Bengkalis, Rabu (28/8/2019).

Lebih lanjut Haholongan menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini sebagai penyatuan dan kesamaan langkah dalam agenda restorasi gambut untuk mewujudkan keseimbangan lingkungan hidup di kawasan gambut yang lestari serta menjadi model pencegahan kebakaran dan restorasi gambut berbasis masyarakat di Kabupaten Bengkalis menuju Riau hijau tahun 2019 ini, dalam rangka peningkatan sinergi multi pihak dalam restorasi gambut dan upaya pencegahan bencana kabut asap di provinsi riau khususnya di Kabupaten Bengkalis.

''Pada saat ini Kabupaten Bengkalis merupakan salah satu daerah dengan tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan yang tinggi. 4 dari 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis tergolong rawan kebakaran dengan 33 desa rawan kebakaran. Bengkalis juga mempunyai sebaran gambut yang luas dengan hampir 14% dari kawasan hidrologis gambut di Riau,'' ucap Haholongan.

Lebih lanjut Haholongqn berharap dengan adanya Cifor dan Pusat Studi Bencana Universitas Riau dapat fokus pada pencegahan kebakaran, restorasi gambut dan pengembangan mata pencaharian serta memfasilitasi masyarakat lokal untuk mengembangkan model bisnis berkelanjutan khususnya di Kabupaten Bengkalis.

Upaya pencegahan kebakaran lahan gambut guna menghindari bencana asap yang selama ini masih terus terjadi. Sangat diperlukan penanganan secara serius dan intensif oleh semua pihak melalui upaya restorasi. Yakni proses untuk mengembalikan fungsi ekologi lahan gambut dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terkena dampak dari lahan gambut yang terdegradasi dimaksud.

''Melalui langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan serta perumusan konsep Riau hijau dengan melibatkan partisipasi masyarakat, kami berharap kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bengkalis dapat teratasi dan berkelanjutan untuk tahun-tahun selanjutnya.

Hadir pada Lokakarya tersebut Ketua Tim Pusat Studi Bencana (PSB) Universitas Riau, Dr. Nurul Qomar, Kepala DLH H. Arman AA, Kepala Disparbudpora Anharizal, Sekretaris DLH Tengku Usman, Camat Bukit Batu H.Mulyadi, Sekretaris Desa Dompas Poniman, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Administrator dan Pengawas Di Lingkup Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan undangan lainnya.***


GoNews Besok, Panglima TNI dan Kapolri akan Memonitoring Penanganan Karhutla di Riau
GoNews Meski Menuai Kecaman, JPU Tetap Tuntut Rp3 Miliar Petani yang Bakar Lahan Seluas 20x20 Meter untuk Tanam Ubi di Rumbai
GoNews Pantau Hutan Riau, Kapolda Lihat Langsung Adanya Pembalakan Liar di Kawasan Hutan
GoNews Pagi Ini, Enam Kabupaten di Riau Menghasilkan Titik Panas
GoNews JPU Sebut Tuntutan yang Dilayangkan Kepada Syarifudin Petani Pembakar Lahan Seluas 20x20 Meter Sudah Sesuai Undang-undang
GoNews Bersihkan Lahan dengan Cara Membakar, ASN Bengkalis Ditetapkan Tersangka
GoNews Minggu Pagi, Titik Panas di Bengkalis Melonjak Drastis
GoNews Bengkalis Tidak Pernah Absen Sumbang Titik Panas di Riau
GoNews Tiga Titik Panas Terdeteksi di Bengkalis
GoNews Tragedi Hukum Tuntutan 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar untuk Pembakar Lahan 20x20 Meter, Kajati Harus Periksa Jaksa
GoNews Kapolda Riau akan Berikan Pin Emas untuk Aparat dan Relawan yang Mampu Tekan Karhutla
GoNews Bakar Lahan 20x20 Meter, Syarifudin Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar, Masyarakat Peduli Lingkungan Sebut Penegak Hukum Menyiksa Rakyat Kecil
GoNews Wagubri Edy Nasution Ajak Semua Pihak di Kabupaten dan Kota Lebih Serius Tangani Karhutla Tahun Ini
GoNews Bakar Lahan 20x20 Meter untuk Tanam Ubi, Pria Berusia 69 Tahun di Pekanbaru Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar
GoNews Dua Titik Panas Masih Muncul di Rupat Utara
GoNews Riau akan Dilanda Kemarau Selama Tujuh Bulan, Ini Imbauan DPRD Pekanbaru
GoNews Tak Serius Tangani Karhutla, Satu Kapolsek di Pelalawan Dicopot
GoNews Polda Riau Tetapkan PT Teso Indah dan Asisten Kebun Sebagai Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan
wwwwww