Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
23 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
10 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
5 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
23 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Bintang Kejora Vs Bendera Tauhid, PKS: Isu NKRI Harga Mati Jangan Berat Sebelah

Bintang Kejora Vs Bendera Tauhid, PKS: Isu NKRI Harga Mati Jangan Berat Sebelah
Jum'at, 30 Agustus 2019 14:52 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Fraksi PKS DPR merasa heran adanya pengibaran bendera bintang kejora di Istana Negara, tapi tidak ditindak tegas.

Padahal, beberapa media juga telah memberitakan aksi demo di seberang istana, yang dilakukan mahasiswa Papua dengan mengibarkan bendera bintang kejora.

Demikian diungkapkan Sekretaris Fraksi PKS DPR RI dan Anggota Komisi III DPR RI, Habib Aboe Bakar Alhabsyi, Jumat (30/8/2019) di Jakarta.

"Tentunya ini menyakiti hati nasionalisme kita. Ini mengingkari semangat NKRI harga mati yang selama ini kita gelorakan," ujarnya.

Harusnya kata Dia, siapapun yang mengobarkan semangat perpecahan atau provokasi, harus ditindak tegas tanpa pandang bulu.

"Jika dilakukan sikap keras terhadap benderah HTI, tentunya sikap serupa harus dilakukan kepada bendera bintang kejora. Apalagi jika pengibarannya dilakukan secara terang-terangan dengan membawa kampanye Papua merdeka," tegasnya.

Apalagi kata Alhabsy, jika aksi yang dilakukan jelas-jelas sudah melanggar hukum.

"Tentunya hal ini harus direspons secara tegas oleh aparat penegak hukum. Jangan sampai masyarakat melihat, hukum bertindak tajam ke bendera HTI (Tauhid) dan tumpul ke bintang kejora," pungkasnya.***

wwwwww