Kabut Asap Tebal, Sekolah As Shofa Pekanbaru Liburkan Siswa

Kabut Asap Tebal, Sekolah As Shofa Pekanbaru Liburkan Siswa
Ilustrasi. (int)
Kamis, 10 Oktober 2019 14:14 WIB
Penulis: Rizki Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Karena Kota Pekanbaru kembali diselimuti asap, Sekolah Islam As Shofa Pekanbaru yang berada di Jalan Tuanku Tambusai ujung, Pekanbaru, memilih untuk meliburkan muridnya karena khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Kamis (10/10/2019).

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Ketua Yayasan As Shofa Pekanbaru, Dr H Syafwi Khalil MPd. Ia mengatakan telah memulangkan siswa karena kabut asap tebal yang membuat orang tua siswa khawatir.

"Jadi tadi pagi sekitar jam 06.30 Wib, biasanya siswa itu sudah ramai datang. Saya keluar rumah lihat kabut asap mendadak jarak pandang lima meter, dan ketika itu langsung saya konfirmasi kepada pimpinan sekolah dan direktur pendidikan, maka kita adakan rapat kilat. Saat itu banyak laporan orang tua siswa gelisah melihat jarak pandang yang begitu dekat. Maka kita putuskan dalam waktu singkat supaya siswa dibawa pulang oleh orang tuanya," kata Syafwi saat dikonfirmasi wartawan.

Ia menuturkan hal itu bukan tanpa alasan, pihaknya mempertimbangkan kabut asap tebal yang membuat jarak pandang pagi itu hanya lima meter, ditambah orang tua siswa banyak bertanya karena khawatir maka pihaknya langsung memutuskan agar orang tua siswa langsung membawa anaknya pulang.

"Keputusan itu karena kita liat asap tebalnya luar biasa dan banyak yang bertanya orang tua siswa. Tetapi, kita umumkan kepada anak-anak bahwa setiap mata pelajaran bisa diulang kembali di rumah, karena dua Minggu lalu kita juga sudah libur panjang tu karena asap, juga perintah dari dinas pemerintah," lanjutnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan libur hanya diberlakukan untuk satu hari ini saja karena kabut asap tebal hanya berlangsung selama satu jam setengah dan cuaca mulai terang kembali.

"Tapi insya Allah besok sudah masuk kembali karena tadi hanya sekitar satu jam setengah asapnya dan kita lihat sekarang sudah terang kembali. Kita juga sudah umumkan melalui pesan WhatsApp kepada orang tua siswa besok sudah masuk kembali," tutup Syafwi. ***


GoNews Besok, Panglima TNI dan Kapolri akan Memonitoring Penanganan Karhutla di Riau
GoNews Meski Menuai Kecaman, JPU Tetap Tuntut Rp3 Miliar Petani yang Bakar Lahan Seluas 20x20 Meter untuk Tanam Ubi di Rumbai
GoNews JPU Sebut Tuntutan yang Dilayangkan Kepada Syarifudin Petani Pembakar Lahan Seluas 20x20 Meter Sudah Sesuai Undang-undang
GoNews Tragedi Hukum Tuntutan 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar untuk Pembakar Lahan 20x20 Meter, Kajati Harus Periksa Jaksa
GoNews Bakar Lahan 20x20 Meter, Syarifudin Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar, Masyarakat Peduli Lingkungan Sebut Penegak Hukum Menyiksa Rakyat Kecil
GoNews Tak Serius Tangani Karhutla, Satu Kapolsek di Pelalawan Dicopot
GoNews Polda Riau Tetapkan PT Teso Indah dan Asisten Kebun Sebagai Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan
GoNews Polda Riau Tetapkan 70 Tersangka Karhutla, 3 Korporasi Disidik
GoNews Ikut Bakar Lahan, Polda Riau Tingkatkan Status PT TI ke Penyidikan, Jaksa Mengaku Belum Terima SPDP
GoNews Kabut Asap Kembali Selimuti Wilayah Kabupaten Kampar
GoNews Bakar Lahan di Riau, Berkas Perkara PT SSS Diserahkan ke Kejati Riau
GoNews Polda Riau Beberkan Bukti PT SSS Sengaja Bakar Lahan, Diduga untuk Tanam Sawit
GoNews Kasus Karhutla, Polda Riau Tahan Pejabat Fungsional PT SSS
GoNews Kapolda Riau Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bergandengan Tangan Membangun Riau Lebih Baik
GoNews Tiba di Bumi Lancang Kuning, Kapolda Riau Berjanji Tuntaskan Karhutla Secara Profesional
GoNews Mahathir: Anda Bisa Salahkan Indonesia tapi Kebakaran Hutan dan Lahan Tetap akan Terjadi
GoNews Sejak Awal Tahun 2019 Polda Riau Tetapkan 64 Orang Tersangka Karhutla, Baru Satu yang P21
GoNews Wuih, Ternyata Ada Perusahaan HTI yang Diduga Bakar 1.300 Hektare Lahan di Rokan Hilir
wwwwww